Jalan Lintas Kabupaten di Lampung Barat Masih Memprihatinkan

LAMPUNG — Infrastruktur jalan dari arah Kecamatan Batu Brak menuju Kecamatan Bandarnegerisuoh Kecamatan Lampung Barat masih terlihat memprihatinkan. Jalan tersebut bahkan terlihat masih berupa tanah merah bercampur batu yang bergelombang serta berdebu saat kemarau dan becek saat hujan dibeberapa titik dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat jenis tertentu. 
Sementara jembatan di beberapa sungai sedang diperbaiki diantaranya jembatan Way Ngison dan Way Tebu  berikutnya terlihat sedang diperbaiki sepanjang 8,5 meter. Jalan tersebut merupakan jalan utama penghubung antar kecamatan dan merupakan Jalan Provinsi sehingga bisa mempermudah akses jalan dari Skala Berak menuju Wonosobo Kabupaten Tanggamus.
“Ini merupakan jalan lintas kabupaten, namun karena infrastruktur yang masih belum memadai untuk dilalui berbagai jenis kendaraan,”ungkap Aris salah warga Pekon Gunung Ratu Kecamatan Bandarnegeri Suoh kepada Cendana News.com Kamis(10/09/2015)
Selain kondisi yang masih belum beraspal, dua cekungan berupa sungai kecil masih bisa dijumpai di jalan tersebut. Kondisi sungai kecil tersebut saat kemarau terlihat kering namun saat hujan menjadi hambatan bagi transportasi masyarakat.
Aris mengaku masyarakat merasa beruntung karena di beberapa ruas sudah diperbaiki dengan cara pengecoran meskipun di beberapa bagian masih berupa jalanan tanah dan berbatu yang sangat sulit dilalui pada musim penghujan.
Pentingnya jalan lintas kabupaten tersebut diakui Aris sudah dirasakan olehnya dan sebagian besar masyarakat, sebab sejak tahun 2000 masih berjalan kaki dari Kecamatan Bandarnegeri Suoh untuk menuju ke Batu Brak dan menuju ke Liwa Ibukota Lampung Barat.
“Butuh waktu sekitar 14 jam untuk menuju Liwa dengan berjalan kaki karena saat itu belum banyak kendaraan yang melintas ditambah kondisi jalanan yang buruk,”ujar Aris yang mengaku pernah berjualan telur dengan cara berjalan kaki dari Bandarnegeri Suoh ke kota Liwa.
Kondisi jalan yang dibeberapa bagian hingga kini masih sulit dilalui tersebut mulai terbantu dengan dibuatnya dua jembatan serta pelebaran ruas jalan sepanjang tersebut oleh instansi terkait dengan alat berat. Pelebaran jalan di ruas jalan tersebut semakin mempermudah akses warga untuk memasarkan hasil bumi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani pekebun tersebut.
Salah satu pekerja yang melakukan pelebaran jalan dengan alat berat , Soni, mengaku beberapa ruas jalan masih terdapat beberapa batu besar dan berpotensi longsor saat musim penghujan. Butuh waktu berhari hari untuk menyingkirkan batu batu di pinggir jalan.
“Kami ditugaskan untuk melakukan pelebaran di ruas jalan yang masih sempit dan berpotensi longsor dengan alat berat karena masih banyak batu batu besar di sisi kanan dan kiri jalan,”ujar Soni di lokasi pengerjaan pelebaran jalan.
Selain proses pelebaran infrastruktur jalan, di ruas jalan tersebut perbaikan mulai dilakukan dengan proses pengecoran (rigid) sepanjang beberapa ratus meter, juga berikut pengaspalan untuk beberapa ratus meter. Puluhan pekerja bahkan terlihat masih mengerjakan persiapan pengecoran.
Sebagian besar warga mengaku senang jika jalan di ruas kabupaten tersebut diperbaiki sehingga warga lebih mudah menuju ke ibukota kabupaten Lampung Barat di Liwa serta ke ibukota Kabupaten Tanggamus di Kotaagung. Selama ini warga mengalami kesulitan untuk menuju dua wilayah tersebut karena infrastruktur jalan yang masih memprihatinkan.
Kesulitan warga di wilayah tersebut selain kondisi jalan juga terlihat dengan banyaknya sungai besar seperti Way Semaka, Way Heni yang saat musim penghujan sulit dilalui warga di wilayah yang hanya memiliki jembatan gantung.

KAMIS, 10 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...