Januari Hingga Agustus, Kekerasan Anak di NTB Mencapai 173 Kasus

MATARAM — Selama kurun waktu Januari sampai Agustus 2015, kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 173 kasus, di mana dari keseluruhan kasus tersebut tersebar di seluruh Kabupaten Kota di NTB
“Dalam kurun waktu delapan bulan ini, yakni sejak Januari sampai bulan Agustus sekarang, kekerasan anak yang ditangani LPA NTB cukup banyak, yakni 173 kasus, dengan jenis kasus kekerasan beragam, mulai dari kekerasan fisik, psikis, pelecehan seksual, pencabulan hingga kekerasan seksual” kata Ketua Divisi hukum dan advokasi LPA NTB, Joko Jumadi di Mataram, Selasa (1/8/2015)
Joko menyebutkan berdasarkan data LPA NTB, jumlah kasus di setiap Kabupaten Kota beragam, Kota Mataram misalkan jumlah kasus kekerasan terhadap anak mencapai 27 kasus, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) 28 kasus, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) 24 kasus, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) 41 kasus, Kabupaten Lombok Utara (KLU) 4 kasus
Sementara Kabupaten Subawa Besar 35 Kasus, Kabupaten Dompu ada 3 kasus, Kota Bima 1 kasus, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) 10 kasus “Dari Kabupaten Kota yang ada, Kabupaten Lotim merupakan Kabupaten paling dengan angka kekerasan terhadap anak paling tinggi, yakni 41 kasus” ungkapnya
Terpisah Gubernur NTB meminta kepada aparat penegak hukum, mulai dari aparat Kepolisian, Kejaksaan sampai pengadilan supaya betul-betul memberikan atensi khususnya terkait marak dan masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak di NTB
“Tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan terhadap anak, khususnya pelaku kekerasan seksual, karena akibat perbuatan tersebut tidak hanya menghilangkan masa depan anak, tapi juga menimbulkan trauma psikis dan psikologis berkepanjangan bagi perkembangan kejiwaan anak” ungkapnya
SELASA, 1 SEPTEMBER 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...