Jelang HUT TNI, ASDP Kurangi Operasional Kapal di Selat Sunda

Kapal TNI sedang menyusuri perairan selat sunda
LAMPUNG — Menjelang peringatan HUT ke-70 TNI yang akan dipusatkan di Pantai Indah Kiat, Cilegon Banten pada 5 Oktober mendatang, latihan prajurit, khususnya matra laut digelar di perairan Selat Sunda selema beberapa hari. Pusat latihan yang berada di sekitar Pulau Tempurung dan merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I tersebut merupakan jalur lalulintas Internasional dan nasional khususnya lintasan penyeberangan kapal Roll on Roll Off (Roro) pelabuhan Bakauheni Lampung-Pelabuhan Merak Banten.
General Manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Lampung, Tommy L Kaunang mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat surat edaran terkait latihan tempur di Selat Sunda tersebut. 
Tommy bahkan mengungkapkan secara langsung dampak dari latihan perang TNI secara khusus TNI Angkatan Laut (AL), TNI AU dan berbagai unsur membuat PT ASDP menyesuaikan jumlah kapal yang melayani pelayaran di Selat Sunda.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak operator jasa penyeberangan, TNI, Polri dan berbagai elemen terkait akan diadakannya latihan perang dan kapal yang beroperasi jumlahnya berkurang,”ungkap Tommy L.Kaunang saat dikonfirmasi Cendana News di kantor PT ASDP Indoensia Ferry cabang Bakauheni, Senin (28/9/2015).
Jumlah kapal Roro yang beroperasi di Selat Sunda pada hari normal ungkap Tommy bisa mencapai 22 hingga 27 kapal. Namun dalam sepekan ke depan selama latihan perang TNI di lintasan Selat Sunda ada jam jam khusus dimana kapal kapal yang beroperasi di Selat Sunda hanya sebanyak 11-17 kapal Roro. Setelah jam tersebut jumlah kapal yang beroperasi akan kembali normal sekitar 22-27 kapal dan pengurangan tersebut tidak mengganggu pelayanan pelayaran di Selat Sunda.
Pengurangan jumlah armada kapal Roro di lintasan Selat Sunda tersebut cukup beralasan karena lokasi yang digunakan sebagai tempat latihan perang berada di dekat alur keluar pelabuhan Merak Banten yang dekat dengan pelabuhan pantai Indah Kiat. Dampaknya penggunaan jalur keluar ke arah pelabuhan Bakauheni sementara ditutup pada pukul 08:00 WIB pagi sampai pukul 12:00 WIB siang. Penutupan alur keluar tersebut mengakibatkan kapal kapal yang akan bersandar di dermaga Merak Banten menuju Pelabuhan Bakauheni menggunakan alur masuk yang pada saat normal hanya digunakan untuk alur masuk.
“Ini hanya sementara saja pada pagi sampai siang hari sehingga kesepakatan kapal yang masuk sesuai jadwal tetap beroperasi sementara kapal lainnya menjalani anchor atau buang sauh di perairan luar Bakauheni atau merak,”ujar Tommy L Kaunang.
Setelah pukul 12:00 WIB saat latihan perang sedang tak berlangsung maka kapal kapal Roro bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Secara khusus bahkan pada hari ini semenjak pagi pantauan Cendananews.com sebanyak 3 dermaga dari 6 dermaga tidak dioperasikan diantaranya dermaga 3, dermaga 4 dan dermaga 5 Pelabuhan Bakauheni. Kapal kapal yang beroperasi tampak hanya kapal yang bersandar di dermaga plengsengan, dermaga 1, dermaga 2 dan dermaga 6 pelabuhan Bakauheni.
Sebelumnya Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksma TNI M. Zainudin dalam keterangan resminya menjelaskan pada pelaksanaan HUT TNI ke-70 nanti  TNI AL akan mendemonstrasikan seluruh kekuatan terbaiknya baik personel maupun material. Demonstrasi tersebut akan dipentaskan pada puncak peringatan HUT TNI ke-70 sehingga dilakukan latihan selema beberapa hari di Selat Sunda.
“Kita akan menurunkan sebanyak 3.374 personel, 43 KRI dari berbagai tipe termasuk kapal selam, dan 25 Pesawat Udara (Pesud) serta puluhan tank amfibi terbaru dalam peringatan tersebut,” ungkap Kadispenal.
Lebih lanjut, Kadispenal menuturkan demonstrasi yang akan dipentaskan oleh TNI AL antara lain Sailing Pass, Pendaratan pasukan amfibi, dan pertempuran laut.
“Kita bersama-sama dengan TNI AD dan AU akan mendemonstrasikan skema pertempuran laut,”ungkapnya.
Secara geopolitik, peringatan tersebut memiliki arti strategis baik kepada kawasan maupun dunia internasional. Pasalnya Selat Sunda merupakan jalur pelayaran internasional yang ramai dilewati oleh kapal-kapal asing pasca disahkannya UNCLOS 1982.
Begitu pun pada operasi yang dipentaskan oleh TNI AD dan AU dalam perhelatan itu tentunya juga semakin membuat gentar negara-negara yang kapalnya melintas di selat tersebut. Sambung Agus, operasi gabungan TNI dalam bentuk latihan dan demonstrasi baru dilaksanakan saat ini setelah terakhir di zaman Presiden Soeharto pada era 1980-an.
“Selat Sunda itu kan memiliki jarak 32 Nm ke kiri dan 25 Nm ke kanan, sudah pasti pelayaran internasional akan diarahkan untuk tidak mendekat pada lokasi demonstrasi. Bukan berarti menutup jalur itu karena tidak boleh menurut ketentuan UNCLOS 1982 tetapi hanya mengalihkan saja,” terangnya.
Heli angkatan udara yang akan digunakan dalam latihan perang
SENIN, 28 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...