Jelang Panen Raya, Harga Cabai di Semarang Terjun Bebas

Pedagang di Pasar Tradisional Semarang
SEMARANG — Memasuki panen raya pada Oktober 2015, harga cabai di beberapa pasar tradisional di Semarang mulai menunjukan penurunan tajam. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak pada petani.
Seperti yang diungkapkan oleh Watini, seorang penjual cabai di pasar Karangayu, Semarang. Dia mengatakan, harga cabai dalam beberapa hari ini terus mengalami penuruan.
Dia mengharapkan, persediaan cabai yang diperkirakan akan membanjiri pasaran, namun harganya tidak sampai merugikan petani cabai, karena sisa kelebihan stok persediaan di pasaran cabai biasanya akan diserap oleh sentra industri pembuatan saus dan sambal dalam kemasan.
Secara keseluruhan, tidak ada kendala berarti yang ditemui di areal pertanian tanaman cabai, hal ini ditandai dengan seiring meningkatnya produktivitas per batang tanaman cabai, jika sebelumnya 0,6 – 0,7 kg / batang tanaman cabai, sekarang mampu mencapai 1 kg / batang tanaman cabai.
Namun perlu diwaspadai adanya kemungkinan harga cabai kembali merangkak naik, terutama saat menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, pada akhir bulan Desember 2015 mendatang. Karena ada potensi meningkatnya permintaan berbagai jenis cabai dan stok persediaan panen raya cabai bulan Oktober 2015 akan mengalami penurunan pada awal bulan Desember 2015.
Dari penelusuran Cendana News di lapangan, harga cabai pada beberapa pasar tradisional di kota Semarang rata – rata hampir sama. Cabai rawit misalnya, jika sebelumnya di tingkat petani harganya Rp. 30.000 / kg, kini di kisaran Rp. 18.000 – Rp. 19.000 / kg.
Harga cabai merah besar ditingkat petani Rp. 15.000 – Rp. 16.000 / kilo, kini harganya Rp. 8.000 – Rp. 9.000. Sedangkan harga cabai merah merah keriting semula Rp. 22.000 / kg, sekarang harganya Rp. 15.000 / kg.
Pada musim panen raya cabai sepanjang bulan Oktober 2015 baru sekitar 40 – 50 % dari keseluruhan kemampuan produksi para petani cabai sampai akhir tahun 2015. Diperkirakan produksi petani cabai pada musim panen mendatang akan mengalami kenaikan sebesar 30 persen.
SELASA, 22 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...