Jemaah Tarekat Syattariyah Sumbar Rayakan Idul Adha 25 September

PADANG PARIAMAN — Keputusan pemerintah menetapkan hari raya Idul Adha 1436 H jatuh pada Kamis, 24 September 2015, sedangkan Muhammadiyah yang merujuk pada metode hisab, pada 23 September 2015. Maka lain halnya dengan  Jamaah Tarekan Syattariyah di Sumatera barat (Sumbar) yang memiliki cara perhitungan berbeda dalam menentukan hari raya Idul Adha.
Qhadi (Imam) Ulakan Tarekat Syattariyah, Tuanku Ali Imran menjelaskan bagaimana perhitungan dan tata cara dan ilmu yang dipakai oleh jamaah tarekat yang berpusat di Pariaman ini. Tuanku Ali, menjelaskan, perhitungan hari raya kurban dilakukan melalui hisab takwim khamsiah yang telah diajarkan secara turun-temurun dari ulama-ulama Syattariyah terdahulu, tanpa melihat hilal.
Perhitungan ini, diambil dari awal tahun dan awal bulan. Menurutnya, awal tahun hurufnya thaal (Huruf Hijaiyah ke 16)  sementara awal bulan hurufnya jim (Huruf Hijaiyah ke 5) . Thaal angkanya empat dan jim angkanya tiga, awal Dzulhijjah dijumlahkan, artinya empat tambah tiga. Dan dihitung dari Kamis hingga tujuh hari kemudian. Awal Dzulhijjah jatuh pada Rabu, 16 September, sehingga 10 Dzulhijjah pada Jumat, 25 September.
Dengan begitu para jamaah di Tarekat ini, merayakan hari raya kurban pada Jumat, 25 September 2015. Waktu tersebut berselisih sehari setelah waktu yang ditetapkan pemerintah pada Kamis, 24 September 2015.
“Idul Adha 1436 Hijriyah jatuhnya pada Jumat, 25 September,” ujar Qhadi  Ulakan, Tuanku Ali Imran, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (16/9/2015) siang.
Untuk shalat Idul Adha sendiri, jamaah Syattariyah akan dipusatkan di Padang Pariaman, di kawasan makam dan Masjid Syekh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis. Setelah shalat, langsung dilakukan penyembelihan hewan kurban.
Untuk peserta kurban yang akan ikut pada tanggal 25 tersebut, Qadhi Tuanku Ali belum bisa memastikan jumlahnya, namun ia mengaku sampai hari ini untuk didaerah lain telah banyak yang mendaftar di surau-surau jamaah Syattariyah yang tersebar di Sumbar dan berbagai daerah.
“Yang kurban di Masjid Syekh Burhanuddin belum pasti, tapi ratusan orang jamaah yang tersebar di seluruh surau sudah banyak yang dalam tahap pembelian hewan kurban,” Jelas Tuanku Ali.
Tuanku Ali menyebutkan, Jamaah Syattariyah di Sumbar, tersebar di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Batusangkar, Solok dan Kota Padang. Selain di Padang Pariaman, shalat Idul Adha juga dilakukan di surau-surau, seperti di Kota Padang, yakni di kawasan Padangsarai dan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh.
RABU, 16 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...