JH Asal Yogyakarta Meninggal dalam Kecelakaan Crane di Masjidil Haram

YOGYAKARTA — Salah satu korban meninggal dari musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, merupakan warga desa Rewulu Kulon, Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta. Almarhum Sriyana, diketahui meninggal dunia hari ini, Senin (14/9/2015). Pihak keluarga mengetahui kabar duka tersebut setelah melihat berita di televisi pada pagi hari ini dan langsung melakukan konfirmasi ke Hotline Center Arab Saudi.
Suasana duka menyelimuti keluarga besar Sriyana, SPd, jemaah asal dusun Belibis, Rewulu Kulon, Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta. Sriyana Bin Warjo Sihana yang merupakan jemaah haji dari Kloter 27 SOC dengan Nomor Paspor B11-88078.
Muhammad Fauzan, kakak ipar korban sekaligus Rois setempat mengatakan, keluarga sangat terpukul dengan kabar duka tersebut. Mengingat pada Jumat (11/9/2015) itu almarhum dan keluarga masih berkomunikasi. Almarhum, kata Fauzan, waktu itu mengabarkan jika ia baik-baik saja, dan merasa nyaman beribadah di Mekkah. 
“Namun, tidak dinyana hari ini, Senin, kami sekeluarga menerima kabar duka tersebut. Alhmarhum meninggal setelah luka berat akibat tertimpa benda berat saat terjadi musibah jatuhnya crane”, ujar Fauzan.
Fauzan mengatakan, almarhum yang sejak lima tahun lalu mendaftar sebagai calon haji asal Sleman, meninggalkan satu orang istri dan tiga orang putri. Ketiga putrinya itu masing-masing,  Khusnul Khotimah (21), Alfiah Nur Hidayah (15) dan Azizah Nurahmawati (12). 
“Kami sekeluarga sudah pasrah, dan pagi tadi kami sudah melakukan solat gaib. Semoga jenazah almarhum khusnul khotimah dan diberi tempat yang layak di sisi-Nya,” ucap Fauzan sembari mengimbuhkan, dengan digelarnya solat gaib itu jenazah almarhum tidak akan dibawa pulang ke tanah air.
Almarahum semasa hidupnya bekerja sebagai Guru SMK Popbayo, Depok, Sleman, Yogyakarta dan dikenal aktif dalam kegiatan masjid dan kampung.
Sementara itu, ratusan masyarakat terus berdatangan ke rumah duka. Sejumlah perangkat desa setempat, muspika dan perwakilan dari Depatermen Agama Kabupaten Sleman juga hadir melayat. Istri almarhum, Suryatiningsih, tampak tabah menerima ucapan belasungkawa dari kerabat dan takjiyah. Namun, putri sulung almarhum, Khusnul Khotimah (21), begitu tampak syock dan terpaksa dipapah menuju pembaringan oleh Andar (35), suaminya.
Sementara itu sebelumnya, kabar duka juga diterima oleh keluarga jemaah haji asal Berbah, Sleman, Yogyakarta. Umi Dalijah Binti Amat Rois (73), jemaah haji asal dusun Jragung, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta itu dikabarkan juga menjadi korban luka akibat musibah jatuhnya crane. Umi merupakan jamaah haji asal Sleman dari Kloter 24 KBIH Aisyiah Bantul, yang diketahui menjadi korban luka pada Sabtu (12/9/2015), kemarin.
Sarwono (63), putra menantu Umi Dalijah saat dihubungi mengatakan, berdasar kabar yang diiterimanya ibu mertuanya tersebut mengalami sakit di bagian kaki. Namun, kondisi Umi kini dikabarkan sudah membaik. Namun demikian, sampai saat ini Sarwono mengaku belum bisa berkomunikasi langsung dengan ibu mertuanya itu. Kabar perkembangan sang ibu mertua hanya bisa diperolehnya dari salah seorang teman anggota se-kloter yang bisa dihubungi via handphone. 
“Kabarnya, Mbah Umi cuma sakit di bagian kaki akibat terinjak-injak waktu crane itu jatuh”, pungkas Sarwono. 
SENIN, 14 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...