Jumlah Wanita Perokok di Papua Tertinggi di Indonesia

Ilustrasi Perempuan Merokok 

JAYAPURA – Wauw! Jumlah wanita perokok dari 33 provinsi di Indonesia yang tertinggi adalah Papua, mencapai 4,7 persen. Hal tersebut terungkap dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangdes Kementerian Kesehatan tahun 2013. Sedangkan untuk tingkat kabupaten kota se-provinsi Papua, wanita tertinggi mengkonsumsi rokok yakni kabupaten Boven Digoel dengan persentase mencapai 28,1 persen.

Asisten Pemerintahan  Sekda Papua, Doren Wakerkwa menjelaskan jumlah perokok laki-laki tertinggi adalah Gorontalo  dan Papua jumlah perokok terendah  yaitu 37 persen. Sementara, perokok pasif lebih dari 43 juta anak Indonesia dan atau 64,2 persen anak-anak sekolah tinggal terkontaminasi dilingkungan sekitar yang mayoritas konsumsi rokok, seperti dirumah.

“Mereka yang merokok dirumah sama dengan  mencelakakan kesehatan  anggota keluarga,” kata Wakerwa, Selasa (01/08/2015).
Selain tingkat persentase perokok, lanjutnya, pola makan masyarakat sangat sulit diubah,  lantaran begitu dekatnya dengan etnik, faktor tradisional, cara penyajian dan segi ekonomi. Sehingga, menurutnya, dalam membuat makanan yang dikonsumsi minim serat dan tidak sehat.
Dikatakannya, selama ini perempuan lebih mengkhawatirkan  Penyakit Kanker Payudara  sebagai bahaya yang mengancam setiap saat. Anggapan itu ternyata keliru, karena ancaman Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah lebih besar bahayanya.
Dengan berubahnya gaya hidup masyarakat, terutama pada kaum perempuan, menurutnya, resiko penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang semula satu  perempuan berbanding empat pria, saat ini sudah satu berbanding satu.
“Perempuan  memiliki peran yang besar dalam mempersiapkan generasi yang sehat, bugar, produktif, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap program Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang utama Papua yang terutama bersifat promotif dan preventif yaitu pencegahan lebih baik dari pada pengobatan yang difokuskan sasarannya pada remaja dan perempuan, dengan menyebarkan dan memasyarakatkan Visi yang diemban YJI yaitu sebagai Pelopor Gaya Hidup Sehat.
“Visi itu harus disebarkan kepada masyarakat, agar masyarakat luas dapat lebih menyadari dan berusaha membudayakan Gaya Hidup Sehat, sehingga terhindar dari Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah,” ujarnya.
Ketua YJI cabang utama Papua DR, James Madouw mengungkapkan, bahwa seorang kardiologis terkenal pernah mengatakan bahwa apabila seorang terkena serangan jantung sebelum  usia 80 tahun, maka gaya hidupnyalah yang disalahkan. Manusia seharusnya bisa bertahan sampai usia 100 tahun jika ia tak menyalahgunakan kesehatan fisik dan  mentalnya.
“Sangat penting upaya promotif  dan preventif dengan mengedepankan kegiatan olahraga yang didunia internasional dikenal dengan Aerobik, tujuannya untuk meningkatkan kemampan tubuh mengambil oksigen zat asam sebanyak-banyaknya, yang nantinya akan disalurkan keseluruh jaringan tubuh. Ini sangat penting karena kebenaran prinsip pencegahan lebih baik dari pada pengobatan,” kata James.

SELASA, 1 SEPTEMBER 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...