Kabut Asap Kiriman Mulai Selimuti Kota Balikpapan

BALIKPAPAN — Beberapa hari terakhir, kabut asap menyelimuti Kota Balikpapan. Menurut Prakirawan BMKG Balikpapan, Diyan Novrida yang mengatakan, di Kaltim terpantau ada 133 titik dengan sebaran 14 titik api ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Paser. Kabut asap di Balikpapan merupakan kiriman dari daerah lain sehingga kini mulai dirasakan. 
“Terpantau ada  133 titik di Kaltim. Kalo Kabut asap di Balikpapan kiriman,” tuturnya, Kamis (10/9/2015).
Di kesempatan yang berbeda Kabid Konservasi Sumber Daya Alam BLH Balikpapan Parto mengatakan, sampai saat ini belum ada titik api yang menimbulkan kebakaran hutan lindung sungai Wain dan Manggar. Namun wilayah yang memiliki kerawanan kebakaran hutan pada musim kemarau ini di kawasan Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara.
“Yang potensi rawan kebakaran hutan kan disitu sama di daerah Timur yang banyak batu bara. Kalau terbuka batu bara itu mudah terbakar tapi kalau masih tertutup sulit terbakar,” ungkapnya.
Upaya yang dilakukan saat ini, Parto mengatakan dengan pencegahan kebakaran hutan tidak merambat ke daerah lain atau kawasan lain, BLH kota sejak beberapa tahun terakhir melakukan pembuatan sekat api di kawasan hutan. Sekat api ini dinilai efektif dalam melokalisir meluasnya kebakaran lahan. 
“Kayak gang api kalau diperkotaan. Nah di hutan sekat api kita buat jalan pembatas 1-2 meter. Itu diprogram kan setiap tahunnya,” terangnya.
Jalan sekat api ini dikelola oleh badan pengelola hutan lindung sungai Wain dan Manggar. “ Jadi ada petugasnya disana. Biasanya kalau ada kejadian mereka lapor ke kita,” tuturnya.
Ia menambahkan sejauh ini tidak ada laporan kebakaran lahan yang terjadi di hutan lindung. Kalau pun terjadi kebakaran di hutan kota Gunung Guntur pada dua pekan lalu karena ulah oknum warga yang melakukan pembakaran secara sengaja.
“Kalau bakar lahan ada, itu ulah manusia di hutan kota Gunung Guntur. Kalau ngak salah yang terbakar setengah hektar. Kita coba lakukan himbauan ke warga melalui RT, lurah. Kita sebatas himbau,” tambahnya.
Sementara itu, untuk menghindari dampak dari kabut asap tersebut, warga di Balikpapan berinisiatif untuk menggunakan masker saat melalukan aktivitas di luar ruangan. Seperti yand disampaikan salah satu warga Balikpapapan, Novita menggunakan masker dalam perjalanan ke kantor atau saat bepergian. Hal ini untuk menghindari debu dan asap yang makin terasa dihirup. 
” Inisiatif saya sendiri pakai masker buat melindungi diri,” katanya.
Tidak hanya pada orang dewasa menggunakan masker, namun dia juga menganjurkan anak anaknya menggunakan masker di saat ke sekolah maupun bermain. ” Anak anak paling penting harus menggunakan masker, karena anak anak banyak bermain di luar,” sambungnya.
Novita menambahkan ditempat ia bekerja juga sudah dibagikan masker untuk karyawan untuk digunakan sehari-hari.
KAMIS, 10 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...