Kabut Asap Masih Pekat, Tour de Singkarak Tetap Sesuai Jadwal

PADANG — Meski kabut asap masih pekat di wilayah Sumatera Barat (Sumbar), gelaran olahraga internasional balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) tetap akan dihelat. Hal ini disampaikan oleh Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal, Kementerian Pariwisata, Raseno Arya yang dihubungi Cendana News.
Raseno menyatakan, TdS yang ke-7 ini tetap berada dijadwal semula, yakni 3 Oktober hingga 11 Oktober 2015. Meskipun, hampir 70 persen kawasan di Sumbar hingga hari ini diselimuti kabut asap hasil pembakaran lahan dari Provinsi tetangga.
“Hingga saat ini belum ada perubahan schedule. Tetap dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya  lewat telepon genggam pada Cendana News, Selasa (15/9/2015).
Bahkan, Raseno menjelaskan tidak adanya perubahan, termasuk rute yang ada sekarang sudah disiapkan dengan matang. Jalan yang menjadi jalur balapan sudah diperbaiki dan dalam tahap penyelesaian akhir.
“Tak ada plan B nya. Apalagi kabut asap ini merupakan bencana alam. Tak bisa diprediksi,” jelasnya. 
Raseno beralasan, kompetisi balap sepeda internasional ini sudah masuk ke dalam kalander internasional.  Dan Tour de Singkarak sudah terdaftar dalam agenda tahunan Union Cyclist International (UCI) dan Amaury Sport Organization (ASO). Sehingga sulit untuk ada perubahan jadwal.
Dari data yang dihimpun, TdS ke-7 ini akan dikuti 24 tim dari 36 negara. Mereka akan menempuh jarak 1.341,1 kilometer dengan melewati 18 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Namun, ada sejumlah daerah yang menjadi rute balapan ini yang diselimuti kabut asap tebal. Di antaranya, Dharmasraya, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Bukittinggi, Solok dan Kabupaten Tanah Datar.
“Masalahnya, kabut asap akan berdampak terhadap pengambilan gambar spot-spot wisata di sini. Karena ini juga sebagai ajang promisi pariwisata. Gunung-gunung tak terlihat karena tertutup asap,” ujarnya. 
Apalagi, menurutnya, even ini merupakan perpaduan strategis antara olahraga dan wisata. Peserta tidak sekedar balapan, tapi juga menjelajahi keindahan alam Sumatera Barat. Raseno tetap optimsitis penyelenggaraan lomba ini bisa berjalan dengan baik. Sebab, perlombaannya diselenggarakan siang hari. Kabut asapnya tidak tebal.
“Kita tetap berharap seminggu sebelum perlombaan dimulai, asapnya sudah mulai hilang,” ujarnya. 
Namun, katanya, jika kabutnya semakin parah, pihaknya akan koordinasi dengan UCI dan PB ISSI.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Burhasman yang dihubungi mengaku, ia bersama tim dari Kementerian Pariwisata dan PB ISSI sudah melakukan survey ke semua daerah yang menjadi lokasi penyelenggaraan Tour de Singkarak. 
“Tidak ada masalah. Termasuk soal kabut asap,” ujarnya.
Burhasman mengaku, dari  hasil survey yang ia lakukan bersama tim. Ia hanya menemukan beberapa ruas jalan yang sedang diperbaiki. Tapi Burhasman menjamin sebelum perlombaan, semuanya sudah rampung pengerjaannya.
?
SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...