Kabut Asap Pekat di Balikpapan Diperkirakan Masih Berlanjut

Pengendara menggunakan masker untuk hindari pengaruh kabut asap
BALIKPAPAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kabut asap yang terjadi di kota Balikpapan pada pagi hari yakni kabut asap kiriman. Kabut asap itu terlihat pekat khususnya pada malam hari hingga pagi hari hingga membuat jarak pandang menjadi 2,6 kilometer sementara siang menjadi 10 kilometer. Dan berdasarkan data, menunjukkan sejak dua pekan terakhir Kalimantan Timur dan kalimantan Utara telah diselimuti kabut asap. 
” Kabut asap yang terjadi di Balikpapan ini kiriman dari wilayah barat menuju utara di Kalimantan,” kata Kepala BMKG Kota Balikpapan Imam Marsudi di ruang kerjanya, Jumat (11/09/2015). 
Kendati demikian, kondisi  ini dinilai belum pada tahap yang mengkhawatirkan. Imam menambahkan, potensinya masih bisa terus meningkat mengingat angin kencang dari Barat Daya menuju Utara dan panas masih akan terus terjadi.
“Kemungkinan kebakaran lahan dan hutan masih akan terus terjadi dan akan berdampak bagi kota Balikpapan dan kota lainya,” sambungnya.
Sedangkan untuk Kalimantan Timur titik panas yang terpantau sebanyak 231. Terbanyak di Kabupaten Kutai Barat yang terpantau 68 titik panas dan Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara paling sedikit hanya 1 titik api yang terpantau.
Imam menyebutkan paling banyak di kutai Barat, di Mahakam Ulu hanya 1 titik panas yang terpantau. Kota Balikpapan, Samarinda, Bontang justru tidak ada titik panas yang terpantau. Di Kalimantan Utara ada 11 titik api panas yang terpantau yakni di Kabupaten Bulungan.
Sementara untuk kota Balikpapan, khusus masyarakat yang berkendaraan sudah berinisiatif menggunakan masker untuk mencegah asap yang masuk ke hidung. Tidak hanya orangtuanya, anak anak yang dibonceng juga menggunakan masker. 
JUMAT, 11 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...