Kabut Asap Pembakaran Lahan Ganggu Aktifitas Warga di Manado

MANADO — Kabut Asap pembakaran lahan kering yang dilakukan warga desa Kakaskasen Tomohon, jumat (04/09/2015) pagi mengganggu aktifitas warga di Manado. Kepulan asap berwarna putih kecoklatan pekat terlihat membumbung ke udara, dari pusat kota Manado hingga ke kaki Gunung Lokon di kecamatan Malalayang dan Perumahan kampung Sea.
Menurut Ronny, salah satu warga Malalayang ketika ditemui Cendana News di Jalan Sea, kabut asap pembakaran lahan ini sangat menggangu mereka yang sedang melakukan aktifitas diluar rumah, sebagian warga di Jalan Sea harus menggunakan masker, agar tidak terhirup kabut asap yang bisa meninbulkan penyakit pada saluran pernafasan. 
“Semoga ini kabut asap segera hilang karena sangat menganggu kami ketika menajalankan aktifitas,” ujar Ronny.
Selain Ronny, warga Malalayang lainnya juga mengeluhkan kabut asap ini. Mereka meminta pemerintah setempat segera turun tangan, agar kabut asap tidak terus belangsung. 
“Kami harap pemerintah daerah segera meminta warga agar tidak membakar lahan terlalu lama agar tidak menganggu warga,” tegas Selvi.
Sementara itu, jika dilihat dari puncak kota Manado, kabut asap sangat terlihat jelas, terbawah angin dari arah Timur ke arah Utara laut Manado. Sebagian warga Manado yang tinggal dibawah kaki Gunung Lokon akan merasakan dampak kabut asap ini yang sudah menganggu aktifitas warga setempat.

JUMAT, 4 September 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...