Kabut Asap Pengaruhi Sektor Pertanian di Agam Sumatra Barat

AGAM / Sumbar — Kabut asap yang kian tebal rupanya juga berimbas pada perkembangan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Ampek Angkek. Kepala UPT Pertanian setempat, Arwin S.sos, mengatakan, hal ini memperngaruhi pertumbuhan tanaman.
”Kabut asap ini mengganggu proses fotosintesa bagi tanaman. Cahaya matahari merupakan salah satu hal yang paling penting bagi kelangsungan hidup tanaman pertanian,” ujarnya Senin (7/9/2015) pagi saat meninjau proyek irigasi di salah satu desa.
Meski saat ini kabut asap terlihat semakin tebal dan kian mengancam, namun Arwin masih tetap optimis jika hasil pertanian di wilayah yang terkenal dengan produksi berasnya ini tidak akan terlalu berpengaruh secara signifikan.
”Saat ini kami belum memasuki masa panen, jadi dampaknya mungkin tak terlalu besar. Kecuali bagi tanaman-tanaman keras yang butuh pohon pelindung maka akibatnya akan destruktif ” lanjutnya.
Hanya saja, Ia sedikit lebih mengkhawatirkan kondisi kesehatan petani karena kebanyakan dari mereka harus bekerja di luar rumah.
”Para petani di sawah diharapkan berhati-hati menjaga kesehatannya, banyaklah minum air putih dan pakailah masker,” pungkasnya.
SENIN, 7 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...