Kabut Asap, Ribuan Warga Tanah Datar Sumbar Terserang ISPA

Pengendara memakai masker
TANAH DATAR /Sumbar — Meski hujan sudah turun dibeberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar), kabut asap masih belum hilang. Malah menyisakan penyakit bagi masyarakat, salah satunya di daerah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadigoe menyatakan, sebanyak 1.189 warganya terjangkit ISPA akibat kabut asap.
“Data ini dihimpun juga dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Tanah Datar,” ujar Bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadigoe, saat dihubungi Cendana News, Rabu (16/09/2015)siang.
Menurut Shadiq, jumlah penderita ISPA di Kabupaten Tanah Datar ini merupakan ulah kabut asap sejak minggu pertama Agustus.
Ia menjelaskan, pada minggu pertama kabut asap melanda, ada laporan penderita ISPA sebanyak 98 kasus, minggu kedua Agustus sebanyak 112 kasus, minggu ketiga Agustus sebanyak 129 kasus, minggu keempat Agustus sebanyak 112 kasus.  Sedangkan, pada minggu pertama September sebanyak 631 kasus dan minggu kedua September sebanyak 1.189 kasus.
Senada dengan Shadiq, Staff Observasi dan Informasi Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang BMKG, Albert juga menyatakan bahwa kondisi udara sudah mulai membaik.
“Daerah pesisir dan tengah provinsi ini secara umum tidak merasakan gangguan yang cukup berarti dari kabut asap,” ujar Albert.
Namun, Albert menegaskan, untuk wilayah Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung, masih terasa dampak kabut asap dengan  tingkat konsentrasi aerosol atau partikel debu (PM10) berada pada kisaran 8-19 mikrogram per meter kubik, kategori ISPU baik.
Selain itu, hingga Selasa sore, GAW mendapati titik panas terbanyak berada di selatan Pulau Sumatera. Namun, beberapa area di wilayah itu, menunjukkan penurunan peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena peningkatan kelembaban udara dan aktivitas konvektif (pertumbuhan awan hujan).
“Namun diprediksikan, untuk kelembaban udara masih belum optimal untuk mengeliminasi dengan tuntas karhutla,” Jelas Albert.
Albert menjelaskan, peluang hujan di Provinsi Sumbar, terutama di daerah pesisir, relatif tinggi. Ia berharap, kondisi kualitas udara di bagian barat dan tengah Sumbar, dapat bertahan di kategori ISPU baik dan sedang.
“Sedangkan di bagian timur masih berpeluang dipengaruhi oleh kabut asap dari Riau dan Jambi,” pungkasnya.
RABU, 16 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...