Kasus Damai di Tempat, Dua Oknum Polantas Dimutasi ke Mentawai

Salah satu oknum Polantas yang terekam kamera
PADANG — Dua oknum polisi lalu lintas di Kota Padang, yang beberapa waktu lalu tertangkap kamera tengah melakukan pemerasan pada beberapa pengendara di Kota itu, dimutasi ke Kepulauan Mentawai. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan dan kode etik Polri pada kedua oknum tersebut, mereka terbukti bersalah dan merusak citra kepolisian.
“Selain mutasi, juga ada hukuman lainnya, yaitu penundaan kenaikan gaji dan tidak mendapatkan kesempatan pendidikan lanjutan selama satu periode,” kata Kapolresta, Kombes Pol Wisnu Andayana di Padang, Rabu (23/09/2015).
Wisnu menjelaskan, sanksi ini merupakan arahan Kapolda. Serta memberikan efek jera bagi oknum lainnya agar tidak ada lagi yang melukai perasaan dan membuat kepercayaan masyarakat pada Polisi menjadi hilang.
“Saya berharap, kedepan tidak ada lagi anggota yang melakukan kesalahan,” jelas Wisnu .
Sebelumnya, dua oknum Polisi anggota Satuan Lalu Lintas Polresta Padang melakukan pemerasan pada Joni Hermanto, seorang pengendara motor di simpang DPRD Sumbar, beberapa waktu lalu. Kendaraan yang diklendarai Joni dihentikan dua oknum polisi karena tidak menyalakan lampu sen saat akan berbelok.
Begitu dihentikan, Joni Hermanto langsung merekam aksi pemerasan itu dengan kamera handphone. Dalam rekaman itu, oknum Polisi meminta uang sebagai denda dan juga didapati  dua oknum Polisi tersebut juga meminta sejumlah uang kepada pengendara lain yang melakukan pelanggaran sebagai “uang damai” pengganti tilang.
Selain dua oknum tersebut, ada enam anggota lainnya yang disidang. Namun mereka hanya dijatuhi hukuman disiplin penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, lalu penundaan pendidikan selama satu tahun, penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun dan penempatan khusus selama 21 hari.
RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...