Kayu Naga dari Gunung Murya, Ampuh Mengusir Tikus

JAKARTA — Warga Megapolitan sebagian besar sangat menghindari rumah dan pekarangan dikunjungi hewan bernama tikus got atau saat kita masih kecil sering disebut tikus botak. Akhirnya di berbagai supermarket ibukota laku keraslah racun tikus, lem tikus (juga beracun), serta perangkap tikus berupa alat penjepit badan dan leher tikus secara brutal.
Pada jaman dahulu kala ada sebuah kisah di saat warga lereng gunung murya kudus, jawa tengah, sangat sedih akibat lahan pertanian dan perkebunan mereka diserang hama tikus. Alih-alih memburu tikus, mereka datang mengadu kepada Wali. Akhirnya Wali memberi mereka kayu pohon naga dari gunung murya untuk dilemparkan ke area persawahan yang diserang hama tikus tersebut. Hasilnya adalah, tikus tidak datang lagi.
Kisah turun temurun ini ternyata menyimpan khasiatnya sampai saat ini. Pak Nana, seorang pedagang Piano di pinggiran jalan jatinegara yang sudah 25 tahun menggeluti usahanya, akhirnya banting haluan menjadi pedagang kayu naga gunung murya kudus selama 4 tahun belakangan ini.
“Awalnya hanya penasaran, saya coba dirumah, dan akhirnya sampai sekarang keluarga saya hidup dari hasil berjualan kayu naga gunung murya,” kenang pria paruh baya ini kepada Cendana News.
Konon kabarnya,  kayu naga hanya ada di Gunung Murya Kudus Jawa Tengah. Itulah sebabnya Pak Nana terkadang bisa tidak berdagang sampai 20 hari dikarenakan pemasok kayu naga langganannya lama datang.
Pak Nana masih kurang mengerti apa yang membuat tikus enggan datang di lokasi yang ada kayu naga.

“Sepertinya karena aroma kayu naga tersebut. Dan hanya tikus yang faham aroma tersebut, saya sampai sekarang juga masih tidak mengerti, ” tambah Pak Nana.
Mungkin benar apa yang dikatakan Pak Nana, hanya tikus yang mengerti aroma itu, karena Cendana News sendiripun tidak bisa mencium aroma aneh dari kayu tersebut.
Apapun itu, fenomena kayu naga gunung murya ini sebenarnya memberikan satu sisi pembelajaran kepada manusia, bahwa tidak semua harus diselesaikan dengan meracuni, menjebak, apalagi sampai membunuh walaupun hanya kepada tikus got.
“Kecuali bagi ‘tikus pengemplang uang rakyat’, mereka layak dibasmi sampai keakar-akarnya dengan cara dibuat jebakan agar masuk perangkap dan akhirnya tertangkap tangan,” ujar Pak Nana diakhir wawancara.

KAMIS, 3 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...