Keberadaan Badak Sumatera Ditemukan di Kalimantan

Dokumentasi Badak

BALIKPAPAN — Badak Sumatera yang ditemukan dihutan Kalimantan yang diperkirakan keberadaannya sudah ada sejak lama. Direktur Konservasi WWF Indonesia Arnold Sitompul menjelaskan, keberadaan badak Sumatera yang hidup di hutan Kalimantan ini sudah lama. Dimana WWF Indonesia menerima laporan dari warga bukan hanya di hutan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah sejak tahun 2006 lalu. 
“Warga sudah melihat langsung keberadaan binatang yang dilindungi tersebut. Beberapa bagian tubuh badak Sumatera yang telah mati juga ditemukan warga,” terangnya dalam acara pertemuan para pihak upaya konservasi badak di Kalimantan dan penyusunan strategi konservasi badak di Kalimantan di Balikpapan, Senin (210/9/2015).
Menurutnya, record adanya badak di Kalimantan itu sudah ada sejak tahun 1996 hanya saja belum ada bukti melalui video atau kamera trek. 
Lanjut Arnold, cerita rakyat sudah banyak yang menyatakan menemukan dan bahkan sudah mendapatkan beberapa bagian tubuh badak Sumatera. Kemudian WWF Indonesia melakukan survey intensif ditahun 2013 lalu. 
Hasil survey menyebutkan bahwa badak teridentifikasi berada di kawasan hutan produksi sehingga dikhawatirkan keberadaan terancam oleh praktik penggunaan lahan yang tidak memperhatikan kaidah perlindungan habitat satwa liar. 
“WWF percaya dengan peran aktif pemegang konseni melalui penerapan kaidah konservasi dan prinsip berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk wujudkan kelestarian lingkungan hidup khususnya konservasi badak,” harapnya.
Arnold menuturkan sejak survey 2013-2014 dilakukan kementrian lingkungan hidup dan kehutanan bersama pemda Kabupaten Kutai Barat, Mahakam Ulu, perguruan tinggi Universitas Mulawarman, yayasan Yabi serta WWF Indonesia berhasil merekam keberadaan badak melalui kamera jebak. “Saat itu pula perlindungan badak jadi perhatian serius,” serunya.
Ia menyebutkan dari 8 ekor hingga 12 ekor yang kemungkinan ada dan ditemukan di areal perkebunan sawit maupun tambang batubara di Kabupaten Kuta Barat, tiga ekor diantaranya betina dari kamera jebak. 
Diketahui pertemuan seluruh pihak terkait soal konservasi badak yang diselenggarakan di Balikpapan ini untuk menggagas ide  dan langkah kongkrit sebagai upaya konservasi populasi badak yang teridentifikasi di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. pertemuan sendiri digelar selama dua hari 21-22 September.
Direktur Konservasi WWF Indonesia Arnold Sitompul
SENIN, 21 September 2015
Jurnalis       : Ferry Cahyanti
Foto            : Ferry Cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...