Kekeringan, Pemda Bersama Kemenag NTB Akan Gelar Shalat Istisqa

MATARAM — Kemarau Panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terahir telah menyebabkan terjadinya kekeringan di sejumlah daerah Kabupaten Kota Nusa Tenggara Barat, dan mengakibatkan banyak warga yang mulai kekurangan air bersih.
Kekeringan paling parah terjadi di Kabupaten Lombok Timur bagian selatan, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, ribuan hektar tanaman padi petani mengalami kekeringan dan puso, Gubernur NTB pun dalam kesempatan rapat kordinasi penanganan masalah kekeringan beberapa waktu lalu telah menetapkan NTB dengan status siaga bencana.
Berbagai upaya terus dilakukan, baik untuk membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih dengan mendatangkan tengki penyalur air bersih dari Dinas Sosial maupun BPBD, termasuk rencana membuat hujan buatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian.
Langkah terbaru Pemda NTB adalah menggelar shalat istisqa, yaitu shalat meminta hujan yang akan digelar bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat bersama masyarakat lain.
“Kita tahu bersama kekeringan yang terjadi sekarang akibat kemarau panjang sudah sangat memperihatinkan dampaknya, khususnya bagi masyarakat di sejumlah tempat yang mengalami kesulitan air bersih, karena itu sebagai salah satu ihtiar mengatasi kekeringan yaitu dengan menggelar shalat istisqa dan berdoa minta kepada Allah supaya diturunkan hujan,” kata Wakil Gubernur NTB di Mataram, Rabu (9/9/2015).
Harapannya semoga setelah melakukan shalat dan berdo’a, hujan akan segera turun dan kekeringan yang terjadi sekarang bisa segera berakhir. Kasihan masyarakat terutama di daerah yang selama ini menjadi langganan kekeringan, jangankan untuk mandi, untuk kebutuhan air minum saja susah.
Mengenai waktu dan tempat pelaksanaan shat dan do’a meminta diturunkan hujan, Amin mengaku masih dibicarakan bersama Gubernur NTB, Kakanwil Kemenag termasuk dengan para tokoh agama di NTB.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  menyebutkan, musim kemarau dipastikan akan terus berlansung hingga beberapa bulan ke depan dan puncaknya akan terjadi bulan Desember mendatang, karena itu Pemda diminta untuk tetap siaga mengantisipasi terjadi bencara kekeringan mengalami perluasan, dengan menyediakan tengki penyalur air bersih bagi warga yang kekurangan.
RABU, 9 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...