Kemenristekdikti Usulkan ITS Surabaya Bangun Technopark


SURABAYA — Penelitian yang telah ‘digawe’ atau dibuat oleh perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, mendapat respon dari pemerintah. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti), Muhammad Nasir, mengusulkan agar ITS segera membangun Kawasan Teknologi (Technopark).
“Kawasan yang dapat menjadi pusat terkumpulnya seluruh jenis penelitian yang dibuat mahasiswa maupun dosen ITS. Utamanya pada produk inovasi yang bisa diterapkan di dunia usaha,” kata Nasir, Senin (14/09/2015).
Nasir mengingatkan, hasil penelitian harus diwujudkan dalam bentuk prototipe. Selain itu untuk penelitian dasar, harusnya dikembangkan dulu sebelum ditawarkan untuk dunia usaha.
“Ini suatu kontribusi ITS untuk negara. Kedepan, produk inovasi yang dihasilkan itu harusnya bisa dihilirkan ke dunia usaha,” katanya.
Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan, hasil-hasil riset yang sudah dibuat oleh ITS ditujukan untuk kebutuhan lingkungan, baik dalam ruang lingkup provinsi maupun negara.
“Lingkungan yang dimaksud termasuk masyarakatnya dan apapun yang bersangkutan dengan mereka. Termasuk di sektor industri,” kata Joni.
Supaya menjadi tolok ukur pertama dalam penelitian kedepan akan selalu mendorong penelitian yang berfokus pada kepentingan masyarakat. 
“Supaya riset yang dibikin manfaatnya terasa, maka dari itu kita juga akan meriset yang terkait kehidupan masyarakat,” terangnya.

SENIN, 14 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...