Kesadaran Pelaku UMKM Mengurus Label Produk Halal Masih Rendah

MATARAM — Kesadaran masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Nusa Tenggara Barat sampai sekarang masih sangat rendah, padahal hal tersebut secara langsung juga berpengaruh terhadap kualitas serta lakunya produk yang dipasarkan.
“Kesadaran pelaku UMKM terhadap label produk halal masih rendah, padahal itu berpengaruh terhadap produk yang dipasarkan, hal tersebut juga disebabkan kualitas sumberdaya manusia yang berkecimpung relatif masih rendah, karena itu, 150 lebih UMKM disosialisasikan mengenai label produk halal,” kata Kepala Dinas Koperasi NTB, Supran di Mataram, Jum’at (18/09/2015).
Menurut Supran, persoalan masih rendahnya kesadaran pelaku UMKM melakukan pengurusan label halal terhadap produk yang dipasarkan tidak terlepas dari masih lemahnya sumberdaya manusia sehingga belum mengetahui produk yang dihasilkan dan disukai konsumen seperti apa.
Ia menuturkan, semua UMKM yang menjual produk-produk unggulan NTB harus memiliki label produk halal. Termasuk produk unggulan kopi. Sebagai salah satu cara agar masyarakat menyukai produk-produk tersebut.
Menurutnya, persentase UMKM yang mencantumkan label halal masih rendah. Oleh karena itu, dirinya mendorong UMKM yang ada bekerjasama dengan Kabupaten/Kota agar memakai label produk halal secara gratis.
“Jumlah UMKM di NTB saat ini mencapai 644,708 dengan jenis usaha yang paling banyak di bidang ritel. Sementara, usaha pengrajin masih sedikit. Dirinya mengaku terus menggenjot agar UMKM yang ada memiliki label halal dan sesuai standar nasional Indonesia (SNI),” tutupnya.

JUMAT, 18 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...