Klaim Tanah Adat Jadi Alasan Warga Duduki Kawasan TNGR

Kerusakan Hutan akibat pembalakan liar
MATARAM — Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat, Agus Budiono mengatakan, klaim tanah adat dan hutan rakyat merupakan isu yang banyak dimunculkan oleh warga untuk menduduki dan melakukan pembalakan liar di kawasan hutan TNGR, Desa Bebidas Kabupaten Lombok Timur.
Padahal semua sudah tahu, kalau keberadaan kawasan hutan TNGR sudah sejak lama, dan kami juga masih punya bukti – bukti mana yang masuk dalam kawasan TNGR, sementara mereka kan penduduk sekitar yang mencoba memaksakan masuk ke dalam kawasan hutan Rinjani dan main klaim, kalau kawasan tersebut merupakan kawasan hutan adat.
Agus Budiono
“Yang sangat tidak manusiawi dan tidak bisa diterima akal sehat, selama ini yang namanya masyarakat adat itu memelihara, merawat dan bersahabat dengan hutan dan alam. Sekarang, mereka justru tanpa punya hati membabat dan menebang pohon besar yang ada di sana sebagai penyangga hutan, apakah pantas disebut sebagai masyarakat adat,” kata Agus di Mataram, Rabu (23/09/2015).
Fakta ini menunjukkan bahwa aksi pembalakan dan upaya menduduki lahan di kawasan hutan yang dilakukan warga tersebut bukan lagi soal aksi biasa, tapi sudah termasuk kejahatan lingkungan yang tidak bisa ditoleransi lagi dengan alasan apapun, karena bagaimanapun TNGR merupakan aset negara yang harus kita lindungi dan jaga bersama.
Karena itu pihaknya meminta kepada Aparat Kepolisian termasuk Pemda NTB untuk ikut turun tangan menyelesaikan aksi warga yang melakukan pembalakan liar serta menangkap aktor intelektualnya, karena bagaimanapun, warga berani karena ada yang membela dan membekingi dari belakang, ada penyandang dana.
“Klaim kepemilikan tanah adat oleh warga tidak punya dasar hukum jelas dan tindakan mereka melakukan pembalakan liar dan pendudukan hutan negara sudah jelas sebagai tindak kriminal terhadap kelestarian hutan dan bisa dipidanakan,” ungkapnya.
RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...