Komitmen dan Higienis, Andalan Pabrik Oncom Bina Jaringan Pelanggan

Pabrik Oncom
JAKARTA— Mulai dari Pasar Paseban sampai ke Pasar Jati, para pedagang oncom selalu mengatakan bahwa mereka mengambil oncom dari pemasok yang memiliki pabrik tradisional di daerah sekitar pasar genjing. Cendana News penasaran, bagaimana pasar tradisional sebesar Pasar Paseban dan Pasar Jati dipasok barang dagangan oleh pasar genjing yang lebih kecil dari kedua pasar tersebut.
Karsum
Rasa ingin tahu tersebut akhirnya berhasil membawa ke Pasar Genjing tepat di samping Taman Pramuka di Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur. Menyusuri lorong pasar yang sempit dan berbalut aroma khas pasar tradisional, ditambah kerap bertanya kian kemari,  akhirnya ditemukan Pabrik Oncom tradisional Pak Uci yang ternyata sekarang sudah dilanjutkan tongkat estafet usaha oleh anaknya, Karsum.
Pria sunda berkulit putih dan murah senyum, itulah Karsum, anak Pak Uci sang juragan oncom. Karsum menerima Cendana News dengan ramah sambil beberapa kali memohon maaf dengan kondisi pabrik yang agak berantakan karena sedang memproduksi oncom.
Menurut Karsum,  nama pabrik oncom tradisional ayahnya memang sangat dikenal khalayak pedagang oncom di wilayah Jakarta Timur, namun hanya langganan yang sudah sangat dekat saja yang tahu nama ayahnya. Maka ketika kami memberitahunya bahwa kami mendapat informasi pabrik oncom dari seorang pedagang oncom bernama Dayat di pasar paseban,  ia pun tersenyum.
” Dayat itu langganan kami paling lama,  sudah seperti keluarga sendiri jika belanja disini. Berarti Cendana News juga saudara kita,” ujar Karsum sambil menyuguhkan air mineral gelas.
Karsum mengisahkan bahwa pabrik oncom tradisional milik ayahnya sudah berjalan kurang lebih lima belas tahun dan melayani para pelanggan baik dari pasar-pasar tradisional kecil maupun besar di seputar wilayah Jakarta Timur.
” Saya dibantu Lukman saudara ipar saya beserta empat orang teman merangkap karyawan dalam kegiatan produksi kami sehari-hari, ” ungkap Karsum sambil tak henti-henti mengawasi proses pembuatan oncom yang sedang berlangsung.
Proses pembuatan oncom mulai pencampuran kembang tahu yang berasal dari kacang kedelai,  proses pressing dan pencetakan oncom, sampai pemberian ragi sekaligus pengemasan ke atas kajang (semacam nampan yang terbuat dari anyaman bambu), dilakukan Karsum,  Lukman,  serta keempat rekannya dengan bergantian secara shift.
” Tidak perlu banyak orang,  karena ini usaha kecil maka omset kamipun hanya berkisar kurang lebih enam juta rupiah per bulan, jadi hanya cukup jika mempekerjakan empat karyawan, ” urai Karsum.
Menurut Lukman,  oncom yang sudah siap jual adalah oncom yang sudah diungkep/dibiarkan diatas kajang selama dua hari sekaligus berubah warna menjadi kemerah-merahan.
” Ciri khas oncom di tempat ini juga adalah diberi alas kertas kopi dulu sebelum diletakkan diatas kajang,  hal ini dimaksudkan agar lebih higienis sehingga pelanggan juga merasa senang dan aman, ” begitulah uraian Lukman mengenai kertas kopi untuk alas oncom diatas kajang.
Oncom akan mencapai penjualan tertinggi saat musim penghujan dan bulan Ramadhan. Sehingga di moment tersebut Karsum selalu menambah jumlah produksi agar bisa melayani seluruh pelanggannya, tanpa terkecuali. Dan ketika ditanyakan perihal komitmen pengadaan barang antara pemasok dengan pedagang yang sudah terjalin selama ini,  maka Karsum mengamininya.
” Sebagai pemasok kami memiliki ikatan moril berupa komitmen dengan rekanan kami yaitu para pedagang oncom. Kami tidak bisa seenaknya walau dengan alasan apapun kehabisan stok yang mengakibatkan pedagang tidak bisa berjualan mencari rejeki. Ikatan itulah yang membuat semua ini terus berjalan lancar sampai detik ini,” terang Karsum menambahkan.
Harapan Karsum kedepannya adalah ia bisa terus menjalankan amanat ayahnya yaitu Pak Uci dalam mengelola pabrik oncom dengan sebaik-baiknya. Semangat kekeluargaan harus selalu menyala dalam hubungan bisnis pabrik oncom yang dikelolanya. Dan ia juga berharap saudara iparnya,  Lukman beserta keempat teman sekampungnya yang lain bisa terus mendampinginya dalam melanjutkan pabrik oncom tradisional Pak Uci.

Oncom yang telah jadi
RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...