Konsumsi Elpiji Non Subsidi di Kalimantan Terus Meningkat

BALIKPAPAN — Konsumsi Bright gas atau dikenal dengan elpiji pelangi di Kalimantan terus meningkat sejak diluncurkan tahun 2014 lalu. Peningkatan ini berdasarkan data yang dihimpun PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara volume konsumsi baru mencapai atau 332 metrik Ton atau 27.642 botol hingga akhir tahun 2014. Sedangkan periode Januari – Agustus tahun 2015 telah mencapai 1.425 MT atau 118.731 botol.
General Manager (GM), Fariz Aziz menjelaskan, penjualan elpiji pelangi atau non subsidi sudah mencapai target tahun ini. “Khusus Bright Gas 12 Kg hingga sekarang sudah terlampaui 103 persen dari target 60 ribu metrik ton tahun ini,” paparnya saat press conference peluncuran program undian di Kilang Mandiri Balikpapan, Jumat (4/9/2015).
Dia menerangkan, pertamina akan terus mengkampanyekan penggunaan elpiji non subsidi berupa Bright Gas. Masing-masing hadir dalam kemasan 12 Kg dan 50 Kg. Disebut elpiji pelangi karena tersedia dalam 6 varian warna. Cokelat, biru, orange dan warna pink juga ungu yang menjadi favorit pelanggan. 
“Komitemen kami memang harus pro aktif memasarkan produk non subsidi salah satunya lewat program undian yang berlangsung hingga November dan diundi tepat pada peringatan HUT Pertamina 10 Desember,” kata Fariz kepada media.
Ia menyebutkan konsumsi terbesar untuk Bright Gas disumbang oleh Kota Samarinda, Palangkaraya. Sedangkan kota lainnya akan terus ditingkatkan melalui program program diluncurkan oleh pertamina.
“Untuk meningkatkan peggunanaan elpiji non subsidi kami menggandeng mitra BRI dalam rangka memberi respon cepat permintaan para pembeli. Dengan sistem transaksi mudah, cepat dan aman pelanggan akan merasa dimudahkan,” tambahnya.
JUMAT, 4 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...