Kualitas Udara Membahayakan, Pemkab Tanah Datar Bagikan Masker

Kabut asap selimuti Kota Padang [ilustrasi]
TANAH DATAR — Kabut asap yang semakin tebal di Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar) membuat kekhawatiran masyarakat. Pemerintah Kabupaten melalui Kantor Lingkungan Hidup telah melakukan pengujian kualitas udara di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, Selasa (8/9/2015) lalu.
Pengujian kualitas udara ini merupakan pengujian udara yang ke tiga kalinya. Setelah sebelumnya dilakukan sebanyak dua kali pengujian. Pengujian pertama dilakukan pada tanggal 3-4 September 2015 di Nagari Pagaruyung dengan kondisi udara tidak sehat . Pada tanggal 6-7 September 2015 pengujian kedua juga dilaksanakan di Nagari Pagaruyung.
Pengujian kualitas udara kedua ini berlangsung selama 24 jam dengan parameter partikular matter (PM)-10 dan didapatkan hasil uji 201,7µg/Nm³ sedangkan baku mutu kualitas udara ambien adalah 150µg/Nm³ .
Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nmr KEP-45/MENLH/10/1997 tentang indeks Standar Pencemaran Udara, indeks standar pencemaran udara antara (200-299) µg/Nm³ termasuk kategori sangat tidak sehat karena melebihi baku mutu lingkungan tentang udara ambien dan tingkat kualitas udara ini dapat merugikan kesehatan pada sejumlah populasi yang terpapar.
“Setelah kita melakukan pengujian kualitas udara beberapa hari terakhir dengan parameter partikular matter (PM)-10 dan didapatkan hasil uji 201,7µg/Nm³ sedangkan baku mutu kualitas udara ambien adalah 150µg/Nm³,” ujar Kepala KLH Tanah Datar Viferi di Batusangkar, Rabu (9/9/2015).
Berdasarkan kondisi itu SKPD terkait  telah membagikan  14.000 buah masker pada tahap awal, himbauan untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan.
Dihubungi terpisah, Bupati Tanah Datar M. Shadiq Pasadigoe telah menyerukan agar masyarakat memakai masker bila beraktifitas diluar ruangan melihat kondisi kabut asap yang sudah masuk level sangat tidak sehat.
Shadiq juga mengimbau para orang tua dan guru untuk memperhatikan anak-anak. Baik itu di sekolah ataupun di rumah. Mengingatkan mereka untuk memakai masker, atau melarang bermain-main di luar ruangan karena dapat membahayakan kesehatan mereka.
RABU, 9 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...