Kuasa Hukum Lima PKL Belum Terima Undangan Mediasi dari Keraton

Ikhwan Sapta Nugraha
YOGYAKARTA — Proses peradilan sengketa penggunaan lahan milik keraton di sisi barat pertigaan Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Yogyakarta, masih berlanjut. Namun, pihak keraton selaku pemilik lahan tak menginginkan jika kasus itu selesai dengan palu hakim. Karenanya, keraton melalui kuasa hukumnya berupaya memediasi kedua belah pihak yang bersengketa, agar bisa menyelesaikan secara kekeluargaan.
Setelah memanggil Eka Aryawan selaku pihak penggugat beberapa hari lalu, kini keraton dalam waktu dekat akan mengundang kelima PKL sebagai tergugat untuk dimintai klarifikasi. 
Namun demikian, Ikhwan Sapta Nugraha selaku kuasa hukum tergugat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, saat dihubungi mengatakan, sampai hari ini pihaknya belum menerima panggilan atau undangan dari pihak keraton terkait kasus tersebut. Ikhwan juga mengaku masih belum tahu harapan yang bisa digantungkan kepada keraton. 
“Kami akan melihat dulu perspektif keraton terhadap kasus ini. Yang jelas, kami masih meyakini jika klien kami tidak menempati lahan pemilik kekancingan seperti yang dituduhkan,” jelasnya di Yogyakarta, Senin (28/9/2015).
Ikhwan menambahkan, selama ini, sejak kesepakatan damai pada tahun 2013, pihak penggugat hanya satu kali mengadakan pertemuan dengan para pedagang kaki lima. 
“Tapi itu pun kami tidak bisa menyebutnya sebagai upaya mediasi atau musyawarah, karena saat itu kami disomasi,” tegasnya.
Sementara itu, Agung Budi Santoso salah satu tergugat menyatakan, jika sudah seharusnya keraton bisa mendamaikan. 
“Harapan kami cuma satu. Tetap bisa berdagang di sini. Kami berharap keraton bisa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan mencabut gugatan dari Eka Aryawan terhadap kami”, pungkasnya. 
SENIN, 28 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...