Kuasa Hukum Lima PKL Minta Panitikismo Keraton juga Digugat

Sidang lanjutan PKL
YOGYAKARTA — Lima pedagang kaki lima (PKL) tergugat Rp 1,12 Milyar kembali menjalani sidang perkara di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Rabu (30/9/2015) dengan agenda jawaban atas dakwaan pihak penggugat. 
Melalui kuasa hukumnya, lima PKL tetap berkeyakinan tidak bersalah sebagaimana yang didakwakan oleh pihak penggugat, dan meminta kepada majelis hakim menolak gugatan tersebut.
Proses sidang ketiga yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB, Tim kuasa hukum tergugat, dalam eksepsinya menyatakan, jika semua gugatan pihak penggugat tidak jelas dan membingungkan. 
Rizky Fatahilah
Rizky Fatahilah, tim kuasa hukum tergugat mempertanyakan, dasar gugatan itu juga kurang pihak. Pasalnya, Panitikismo sebagai lembaga keraton yang mengeluarkan surat kekancingan kepada Eka Aryawan dan Dinas Perizinan Koya Yogyakarta, seharusnya juga ikut digugat. 
“Karena pangkal dari gugatan ini adalah adanya surat kekancingan dan perizinan pembuatan akses jalan masuk, sedangkan panitikismo serta dinas perizinan tidak melakukan cek lapangan sehingga terjadi sengketa”, ujar Rizky.
Selain itu, Rizky juga berpendapat jika gugatan itu tidak wajar dan ada hak untuk menggugat, karena sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama antara penggugat dan tergugat mengenai batas tanah. 
“Sesuai asas perdata, kesepakatan itu setara dengan undang-undang yang demikian harus ditaati”, jelasnya.
Secara prinsip, lanjut Rizky, kelima pedagang kaki lima juga berada di luar tanah sebagaimana yang diklaim dalam surat kekancingan pihak penggugat, sehingga dakwaan perbuatan melawan hukumn yang ditujukan kepada lima pedagang kaki lima tidak benar. Begitu juga dengan gugatan denda ganti rugi sebesar Rp.,12 Milyar, merupakan hal yang mengada-ada, tidak wajar dan hanya merupakan bentuk upaya mencari keuntungan dengan cara yang tidak patut.
“Dengan berbagai alasan itu, kami meminta kepada majelis hakim untuk menolak atau setidaknya tidak menerima gugatan tersebut”, tandas Rizky.
Sidang dengan agenda pembacaan eksepsi dari pihak tergugat terkait kasus sengketa  penggunaan lahan milik keraton antara pengusaha bernama Eka Aryawan dengan lima pedagang kaki lima di sisi barat pertigaan Jalan Brigjen Katamso, Gondomanan, Yogyakarta,akan dilanjutkan lagi pekan depan, dengan agenda replik. 
Lima PKL Tergugat
RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...