LPA Nilai NTB Belum Pantas Disebut Kota Layak Anak

MATARAM — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai kalau keberadaan NTB terutama Kota Mataram sampai sekarang belum pantas disebut sebagai daerah atau Kota layak anak, pasalnya sangat bertolak belakang kalau dibandingkan dengan masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak, khususnya kasus kekerasan seksual
“Dengan masih tingginya kasus kekerasan terhadap anak sekarang ini, saya kira NTB termasuk Kota Mataram belum pantas disebut sebagai daerah atau Kota Layak anak” kata Ketua Divisi hukum dan advokasi LPA NTB, Joko Jumadi di Mataram, Jum’at (4/8/2015)
Untuk diketahui, kata Joko, selama periode bulan Januari hingga Agustus 2015, kasus kekerasan anak yang ditangani LPA NTB mencapai 173 kasus dan tersebar di seluruh Kabupaten Kota yang ada di NTB dan dari jumlah tersebut 60 di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual
Hal lain yang menjadikan NTB dan Kota Mataram tidak pantas disebut sebagai daerah dan Kota layak anak, keberadaan Kota Mataram yang banyak dipenuhi iklan rokok, dan minim sekolah ramah anak.
“Coba perhatikan di jalan-jalan sepanjang Kota Mataram, iklan rokok dimana-mana ada dan bertebaran, apa itu yang mau disebut sebagai kota layak anak, seharusnya ada aturan jelas, mana kawasan yang boleh ada iklan rokok dan mana yang tidak,”sebutnya.
Sebelumnya Gubernur NTB, Zainul Majdi juga mengakui, kalau NTB memang masih butuh proses untuk bisa disebut sebagai kota layak anak, tapi sejumlah kebijakan telah dibuat, antara lain adanya Perda tentang pendewasaan usia dini, menggandeng aktivis dan pegiat peduli anak termasuk meminta aparat penegak hukum memberikan hukum setimpal bagi para pelaku kekerasan terhadap anak

JUMAT, 4 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...