LSM Desak KPK Segera Tahan Bupati Bengkalis

Aparat kepolisian jaga aksi demo dari LSM Bara Api
JAKARTA — Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Rakyat Anti Korupsi (LSM – Bara Api) melakukan unjuk rasa di Depan Gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Selasa (22/09/2015).
Mereka mendesak Pimpinan KPK RI agar segera bertindak tegas memproses permasalahan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, yang sudah ditetapkan menjadi Tersangka oleh Bareskrim polri, namun Hingga kini bupati tersebut belum juga ditangkap.
“Tangkap Herliyan Saleh sang koruptor anggaran bantuan sosial dengan kerugian negara sekitar Rp.29 miliar,” ujar salah seorang orator, di depan Gedung KPK.
Herliyan, menurut pendemo, telah menikmati uang Bantuan Sosial (Bansos) Puluhan Milyar, ini juga berdasarkan audit yang sudah diperoleh penyidik dari BPKP Perwakilan Riau.
Selain Kasus Bansos oleh Bupati Bengkalis, para demonstran Juga mengungkapkan banyak Permasalahan di Provinsi Riau yang tidak tersentuh Hukum diantaranya:
1: Kasus dugaan korupsi pengesahan APBD Riau pada tahun anggaran 2015.
2: Kasus Suap dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM yang telah diproses dengan pola Tebang pilih dan menggantung.
“Kami minta KPK tegas menangani kasus kejahatan oleh pihak yang merampok uang negara, jangan tebang pilih, segera tangkap, tangkap mereka,” katanya.
Seperti diketahu sebelumnya dalam kasus ini, penyidik Polda Riau telah menetapkan 8 orang tersangka. Selain Herliyan, tersangka lainnya adalah Hidayat Tagor dari Partai Demokrat selaku mantan Wakil Ketua DPRD Bengkalis dan Purboyo dari PDIP selaku mantan anggota DPRD Bengkalis.
Selanjutnya, Rismayeni dari Partai Demokrat dan Muhammad Tarmizi dari Partai PPP. Dua nama terakhir masih aktif sebagai anggota DPRD Bengkalis. Sementara itu, seorang tersangka lainnya berasal dari Setdakab Bengkalis, Azrafiani Aziz, ia menjabat sebagai Kabag Keuangan kabupaten itu.
Kasus ini diduga terjadi tahun 2012, saat Pemkab Bengkalis menganggarkan alokasi untuk dana Bansos sebesar Rp 290 miliar. Diduga dana tersebut disalurkan tidak pada peruntukannya atau fiktif.
Selain dugaan korupsi dana Bansos, Bupati Bengkalis juga terseret kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke BUMD, PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) senilai Rp 300 miliar. Kasus ini tengah ditangani oleh Kejaksaan Agung.
SELASA, 22 September 2015
Jurnalis       : Adista Pattisahusiwa
Foto            : Adista Pattisahusiwa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...