Luas Lahan Cengkeh di Kabupaten Manggarai Capai 3 Ribu Hektar

Petani cengkeh

FLORES —- Usaha budidaya tanaman cengkeh di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, terus meningkat dari tahun ke tahun. Cengkeh menjadi salah satu jenis komoditi yang dominan ditanam oleh para petani selain kopi, kelapa, kemiri, kapuk, kakao, jambu mente, pinang dan vanili. Hal tersebut diketahui berdasarkan risil Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai.
BPS mencatat, luas lahan perkebunan cengkeh di daerah Kabupaten Manggarai telah mencapai 3.069,68 hektar hingga tahun 2014. Jumlah ini merupakan akumulasi dari lahan-lahan milik 4.194 kepala keluarga (KK) yang tersebar pada pelbagai kecamatan.
Persebaran cengkeh paling banyak terdapat di Kecamatan Ruteng dengan total luas lahan sebesar 769,70 hektar, yang dimiliki oleh 950 KK. Jumlah ini diikuti oleh Kecamatan Cibal dengan luas lahan 384,98 hektar dan dimiliki oleh  448 KK. Selanjutnya adalah berturut-turut Kecamatan Satarmese dan Wae Ri’i dengan masing-masing luas lahan 332,50 hektar (400 KK) dan 311,02 hektar (435 KK).
Kecamatan Satarmese Barat dan Rahong Utara menempati posisi berikutnya. Kedua kecamatan ini masing-masing memiliki luas lahan 289,00 hektar (390 KK) dan 252,25 hektar (490 KK). Kemudian ada Cibal Barat dan Langke Rembong dengan masing-masing luas lahan 195,17 hektar (252 KK) dan 194,58 hektar (350 KK).
Lebih lanjut adalah tiga kecamatan berikut, Lelak, Reok Barat dan Kecamatan Reok. Kecamatan Lelak memiliki luas lahan cengkeh sebesar 172,48 hektar dengan total pemilik sebanyak 225 KK. Sedangkan Kecamatan Reok Barat hanya memiliki luas lahan sebesar 103,50 hektar. Angka ini dimiliki oleh 155 KK. Yang paling sedikit adalah di Kecamatan Reok. Kecamatan ini hanya memiliki lahan cengkeh seluas 64,50 hektar dengan kepemilikan oleh 99 KK.
Menguatnya semangat menanam cengkeh masyarakat Kabupaten Manggarai betapa sangat baik jika diikuti jaminan harga yang layak. Sayangnya, informasi terakhir yang dihimpun Cendana News, sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, masyarakat di daerah tersebut justru mengeluhkan merosotnya harga cengkeh saat sekarang. Padahal tingkat produktivitas panenan pada tahun ini diperkirakan akan mengalami peningkatan cukup besar. 
SELASA, 29 September 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...