Masjid Nurul Iman Dalem Kalitan, Investasi Akherat Keluarga Besar Cendana.


SURAKARTA — Kamis (24/9/2015), Masjid Nurul Iman di Komplek Dalem Kalitan Keluarga Besar Cendana di Kampung Kalitan, Penumping, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, diresmikan oleh putra-putri (Alm) HM Soeharto.
Didampingi Titiek Soeharto, Mbak Tutut menarik tirai penutup papan nama Masjid Nurul Iman di Dalem Kalitan tersebut. Turut hadir mendampingi persemian, Tomy Soeharto dan KH Masyumi Muzadi dan sejumlah tamu undangan. Usai peresmian dan Sholat Ied, penyembelihan hewan kurban dilakukan di Komplek Dalem Kalitan, disaksikan keluarga dan ratusan tamu undangan, Muspida dan Muspika setempat.
Masjid Nurul Iman yang lebih populer dan familier disebut Masjid Dalem Kalitan, diresmikan setelah sejak Desember 2014 lalu dipugar total. Bangunan yang kini menjadi dua lantai dengan gaya arsitektur perpadauan Jawa-Indonesia dan Timur Tengah itu dibangun murni oleh Keluarga Besar Cendana. 
Ketua Takmir Masjid Dalem Kalitan, Zaenal Abidin (60), memaparkan jika jemaah Masjid Dalem Kalitan sebenarnya sudah sejak lima tahun lalu menginginkan agar masjid tersebut dipugar dan diperluas. Sebab, sejak dibangunnya pertama kali pada tahun 1996, masjid masih sebagai musola yang luasnya kurang lebih hanya 9 x 9 meterpersegi. “Baru pada tahun 1998, musola itu dipugar untuk pertama kalinya dan menjadi masjid”, jelas Zaenal.
Sejak pemugaran tersebut, jemaah Masjid Kalitan terus berkembang jumlah jemaahnya. Seiring dengan itu, upaya perluasan masjid terus dilakukan. Mulai dengan pemasangan kanopi di bagian depan serambi masjid, pelebaran sayap kiri dan kanan. 
“Alhamdulillah, mulai Desember 2014, Keluarga Besar Cendana lalu memugar total bangunan masjid itu menjadi sebesar dan semegah sekarang dan bahkan dibuat dua lantai”, ujarnya.
Zaenal mengatakan, dengan pemugaran total berarti proses pendirian masjid mulai dari awal lagi. Mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) termasuk harus mengumpulkan 100 Kartu Tanda Penduduk (KTP) jemaah masjid sebagai bukti jika masjid itu memang perlu diperluas. Lalu, juga harus meminta persetujuan dari warga sekitar dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat. “Karena itu, pemugaran masjid sempat mundur 3 bulan dari jadwal semula akibat proses pengurusan perizinan”, jelasnya.
Sekarang, jemaah Masjid Kalitan sudah bisa bernafas lega. Masjid yang baru selesai proses pemugarannya pekan ini dengan dana seratus persen dari Keluarga Besar Cendana menjadi semakin meneduhkan dan menyejukkan bagi jemaah. Menurut Zaenal, Masjid Kalitan begitu pesat berkembang, antara lain karena tempatnya yang bersih dan nyaman, meneduhkan bagi siapa pun sehingga Masjid Dalem Kalitan tak pernah sepi. “Setiap hari selalu ada orang dari berbagai daerah sekitar yang sengaja melepas lelah di masjid, sambil menunaikan ibadah solat dhuhur, iza dan seterusnya”, ungkapnya
Sementara itu, kegiatan keagamaan di Masjid Dalem Kalitan dalam kesehariannya juga cukup padat. Dikatakan Zaenal, hampir setiap hari dalam satu bulan, ada kegiatan pengajian. Mulai dari pengajian setiap malam Jumat, pengajian rutin ibu-ibu pasca solat magrhib yang diadakan 3 kali dalam sepekan, pengajian akhir bulan dari Kelompok Pengajian Alhidayah dan banyak lagi.
“Meski masjid dibangun murni oleh keluarga besar Cendana, namun masjid itu diperuntukkan umum. Keluarga Cendana hanya berpesan, agar Takmir Masjid memelihara kelangsungan masjid dengan baik, dan mewaspadai gerakan Islam radikal”, tutur Zaenal.
Dengan diresmikannya Masjid Dalem, Keluarga Besar Cendana pun berharap semoga bisa lebih makmur. Kepada pers, Tiitiek Soeahrto mengarapakan, seoga Masjid Dalem Kalitan bisa memberikan berkah kepada semuanya sebagaimana amanat alm. Bapak kami HM Soeharto. Sementara itu, berkait pelaksanaan Idul Adha, Keluarga Besar Cendana kali in mengurbankan dua ekor sapi yang masing-masing berbobot sekitar 800 kilogram.
“Kami daripara jemaah dan warga swadaya juga akan mengurbankan dua ekor sapi lagi yang akan disembelih sehari berikutnya. Masjid Kalitan yang langsung berada di bawah pelindung Bambang Trihadmojo ini, selalu menunaikan hari raya sesuai keputusan pemerintah. Ini sebagaimana dalil yang mewajibkan umat Islam untuk taat kepada Alloh, Rosul dan Pemimpin. Ini Islam kafah”, pungkas Zaenal. 
KAMIS, 24 SEPTEMBER 2015
Jurnalis : Koko Triarko
Foto : Koko Triarko
Editor : Gani Khair

Lihat juga...