Massa Gabungan di Yogyakarta Gelar Aksi Solidaritas Kasus Lumajang

Teatrikal kekerasan terhadap petani
YOGYAKARTA — Puluhan anggota dari beberapa organisasi mahasiswa di Yogyakarta menggelar aksi solidaritas terhadap untuk dua petani di Lumajang, Jawa Timur yang menjadi korban kekerasan.
Demo yang digelar di perempatan Jalan Laksa Adisucipto, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (30/9/2015) tengah siang, disertai aksi teatrikal penggambaran perlakuan kejam terhadap petani.
Multazam, koordinator aksi mengatakan, kekerasan yang terjadi di Lumajang pada 26 September 2015, semakin menegaskan warga negara yang memperjuangkan tanah dan haknya belum mendapatkan perlindungan di negeri ini. 
“Pemerintah tidak memiliki ketegasan untuk menyelesaikan kasus konflik pertambangan yang terjadi di desa Awar-awar, dan polisi tidak memiliki kesejatian dalam melindungi rakyat”, ungkap Multazam.
Setelah terjadinya G 30 S PKI, lanjut Multazam, ternyata rentetan panjang tragedi kemanusiaan di tanah air masih saja terjadi. Sengketa lahan masih menimbulkan korban dari rakyat kecil tak berdaya. 
“Karena itu, kami menuntut dihentikannya tindak kriminalisasi, deskriminasi, kekerasan dan perampasan lahan rakyat kecil”, tegas Multazam.
Aksi massa gabungan mahasiswa yang sempat menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Solo-Yogyakarta, perempatan Jalan Laksda Adisucipto UIN Sunan Kalijaga berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian.
RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...