Media Miliki Peran Strategis Dalam Upaya Pemberantasan Faham Radikal

Dialog Pencegahan Terorisme
MATARAM — Keberadaan media massa, khususnya media elektronik seperti media online memiliki peran strategis dalam upaya memberantas fahan radikalisme dan terorisme yang tumbuh di masyarakat, khsusnya di Nusa Tenggara Barat yang dalam beberapa tahun terahir menjadi sorotan karena banyaknya para pelaku dan terduga teroris yang ditangkap maupun ditembak densus 88 Mabespolri.
Mujitahid
“Media massa terutama media elektronik memiliki peran strategis, melalui fungsi edukasi dengan menghadirkan pemberitaan yang sehat dan mendidik” kata Ketua Forum Kordinasi Pencegahan Teroris NTB, Mujitahid dalam acara dialog pemberantasan faham radikalisme dengan media di Mataram, Rabu (30/09/2015)
Mujitahid menyebutkan banyaknya para terduga teroris yang ditangkap maupun di tembak mati tim densus 88 Mabespolri, khususnya di Kabupaten Bima secara lansung juga sangat berpengaruh terhadap citra daerah, lebih – lebih dengan keberadaan NTB sebagai daerah pariwisata.
Padahal, Kata Muji para pelaku terorisme tersebut tidak semuanya dari NTB, tapi merupakan masyarakat pendatang yang menjadi Kabupaten Bima sebagai daerah transit dan menyebarkan faham radikal di kalangan masyarakat, terutama masyarakat yang pemahaman agamannya dangkal, selalu menjadi sasaran utama.
“Kondisi masyarakat yang mudah terpengaruhi faham radikalisme itulah, kehadiran media massa melalui pemberitaan yang mendidik dan sehat sangat penting sebagai upaya bersama mencegah dan memberantas penyebaran berkembangnya faham radikalisme di tengah masyarakat,” katanya
Selain itu, untuk menekan penyebaran faham teroris di kampus, Muji meminta kepala pihak pengelola dan pejabat pendidikan, baik di Perguruan Tinggi maupun di sekolah untuk secara betul – betul melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap segala aktivitas yang dilakukan pelajar maupun mahasiswa melalui organisasi yang ada, supaya tidak melakukan tindakan yang menyimpang dan bertentangan faham dan nilai keagamaan.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri NTB, Lalu Bayu Windya mengatakan upaya pencegahan penyebaran pemahaman radikalisme di tengah masyarakat harus dilakukan secara bersama melalui peran serta masyarakat termasuk tokoh agama melalui pemberian pemahaman yang utuh tentang pemahaman agama
“Peran serta masyarakat termasuk media massa selaku yang menyampaikan informasi akan sangat menentukan untuk meminimalisir penyebaran faham radikal di NTB” ungkapnya
RABU, 30 September 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...