Melihat Lebih Dekat Monumen Persahabatan Korea Selatan dan Indonesia

SURABAYA — Monumen Korea atau Monumen Persahabatan yang berada di tengah-tengah taman kota tepatnya di Jalan Dr. Soetomo menambah keindahan Kota Surabaya. Bentuk monumen ini berupa kotak persegi panjang didampingi dengan dua kotak di kiri-kananya yang menggambarkan persahabatan antara kedua negara.
Dua kotak tersebut ini berupa dua buah prasasti persahabatan, yang menjelaskan kenapa monumen persahabatan Indonesia- Korea di bangun. Yang di maksud Indonesia disini khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Timur dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Prasasti tersebut menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Korea Selatan. Satu prasasti dengan lambang bendera Indonesia secara otomatis menjelaskan dalam bahasa Indonesia dan satunya lagi dengan lambang bendera Korea dengan bahasa Korea selatan tentunya.
Disebutkan diprasasti tersebut tujuan didirikan monumen persahabatan ini adalah untuk mempromosikan hubungan erat dan persahabatan antara warga Korea Selatan dan warga Indonesia serta berharap terciptanya perdamaian dunia.
Memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi. Dana pembangunan taman dan monumen menghabiskan sekitar 600 juta. Taman Persahabatan Korea termasuk salah satu peninggalan masa pemerintahan mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH.
Nama Bambang terukir sebagai perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang memprakarsai pembangunan monumen. Seluruh dana pembuatan taman ini disediakan oleh pemerintah Republik Korea dan Asosiasi Korea di Surabaya. Pemkot Surabaya hanya menyediakan lahan yang cukup luas di jantung kota.
Peresmian taman ini pada tgl 8-5-2010, ditandai dengan penandatanganan prasasti antara walikota Surabaya Bambang DH dan MR Kim, Ketua Assosiasi Masyarakat Korea Selatan di Surabaya.
Indonesia, terutama Surabaya, punya tempat khusus di hati Korea Selatan (Korsel). Hubungan baik antara Surabaya dan Korsel dimulai sejak 1994. Keduanya menjalin kerjasama secara intens di berbagai bidang. Tidak hanya ekonomi, tapi juga pendidikan, budaya, sampai fashion.
Suwandi (34 tahun) salah satu warga Surabaya mengaku sering mengajak anaknya bermain di Taman Korea ini. “Biasanya ke sini main badminton sama anak,” Jelasnya.
Selain Suwandi, juga terdapat Farid (15 tahun) pelajar salah satu SMP Surabaya mengaku sering jogging di tempat ini. “Biasanya saya suka jogging sama teman-teman kalau hari libur sekolah,” Ujarnya.

MINGGU, 6 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...