Memprihatinkan, Terminal Bus Terboyo Mulai Ditinggalkan Penumpang

Terminal Ubung, salah satu terminal di Bali [ilustrasi]

SEMARANG — Terminal Terboyo salah satu terminal bus paling ramai di Kota Semarang. Pusat pertemuan transportasi paling tua ini terletak di jalan Raya Kaligawe, Kecamatan Genuk, Semarang Timur. Fasilitasnya paling lengkap dan luas, sehingga mampu menampung parkiran puluhan  bus, mulai dari bus trans Semarang, bus AKDP, bus AKAP hingga bus lokal jarak dekat antar kota.
Di kota Semarang, tercatat ada dua terminal dengan kualifikasi tipe A ( terminal besar ) yaitu Terminal Terboyo dan Terminal Mangkang. Untuk terminal Mangkang, sesuai dengan UU Nomer 23 tahun 2014, rencananya akan diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Pusat, sedangkan untuk Terminal Terboyo, secara operasional masih dipertahankan Pemerintah Kota Semarang.
Cendana News mencoba mengunjungi Terminal Terboyo Semarang, secara keseluruhan sebenarnya terminal tersebut sangat luas, sesuai dengan kebutuhan sebuah terminal di kota besar, sayang bila dilihat dari kondisi fisik dan operasional, terminal ini sudah tergolong  ” uzur ” ditelan jaman. Banyak bangunan infrastruktur sudah rusak tak terawat, jalannya bergelombang, ruang tunggu penumpang kumuh, penataan parkir semrawut dan tak sedap dipandang mata.
Sedangkan penataan parkiran bus terlihat sembarangan, tidak tertata dengan baik, sehingga  tempat pemberhentian dan keberangkatan bus campur aduk jadi satu. Tampak di beberapa tempat terdapat genangan air, padahal sekarang masih musim kemarau. Biasanya saat musim penghujan tiba dan bersamaan dengan kiriman air dari laut, otomatis terminal Terboyo langganan kebanjiran.
Maka tidak heran, pada saat melakukan kunjungan sidak kesiapan arus balik setelah Lebaran pada bulan Juli 2015 kemarin, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan menilai Terminal Terboyo Semarang jelek sekali, sudah tidak layak pakai, saatnya direnovasi atau direlokasi ke tempat yang baru.
Menhub waktu itu mengatakan, tidak hanya kondisi fisik saja yang jelek karena banyak ditemukan bangunan mengalami kerusakan, secara sistem operasional juga tidak memenuhi standar. Waktu itu, Ignatius Jonan menjelaskan untuk terminal golongan A ( terminal besar ) akan mendapatkan dana pembangunan baik renovasi maupun relokasi dari Pemerintah Pusat.
” Dari dulu sampai sekarang, terminal Terboyo ya seperti ini keadaannya, tidak banyak mengalami perubahan, semakin lama malah tambah semrawut, penumpangnya tidak seramai dulu, mereka biasanya enggan masuk ke dalam terminal, pada naik bus dari pinggir jalan besar ” kata Ateng, salah satu penjual warung makan di dalam terminal, Minggu (06/09/2015).
Dia menambahkan, karena sepi penumpang otomatis berimbas pada omzet jualan di warungnya menurun drastis, karena jarang ada pembeli, kalau begini terus lama – kelamaan banyak pedagang yang berjualan di dalam terminal Terboyo ” angkat kaki ” karena pemasukan tidak sesuai dengan pengeluaran, keluhnya pasrah.
Mustakim, salah satu penumpang yang sedang menunggu kedatangan bus jarak jauh di depan terminal Terboyomengaku sengaja tidak masuk ke dalam terminal Terboyo, alasannya selain jalan masuknya agak jauh dari jalan besar, dia menilai keadaan di dalam terminal sangat memprihatinkan.
“Kondisinya sudah tak layak pakai, sehingga membuat dia tidak merasa nyaman, “pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

MINGGU, 6 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...