Mengenal Kehidupan Kaum Urban dalam Mengadu Nasib di Ibukota

Tempat tinggal pendatang dari daerah
JAKARTA — Gemerlapnya Ibukota selalu membuat setiap orang di daerah mencoba untuk mengadu nasib di Jakarta. Dengan berbagai cara untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup di kampung halaman mereka masing-masing.
Dalam perjuangan mempertahankan hidup di Jakarta, kaum urban Ibukota seringkali menempati tempat-tempat tinggal yang terkadang menurut orang kota tempat tersebut tidak layak atau tidak mungkin untuk ditinggali namun hal tersebut terjadi. Seperti yang dilakoni pedagang keliling asal Cirebon bernama Taslim.
Bantaran kali di Jalan Pengayoman kompleks perumahan departemen kehakiman penuh sesak dengan rumah-rumah semi-permanen kayu tripleks serta gerobak-gerobak dagangan yang dijadikan tempat berteduh mereka siang dan malam. Bahkan mereka merasa aman dan nyaman karena sudah di tarik sewa oleh orang yang menurut mereka adalah pemilik lahan yang mereka tempati.
Taslim, pria asal Cirebon yang sudah lebih dari sepuluh tahun ini mengadu nasib di Jakarta sebagai pedagang kacang rebus mengatakan, ia dan semua rekan-rekannya yang menyewa lahan tempat tinggal di bantaran kali tersebut ada yang sudah di fasilitasi bangunan semi-permanen, adapula yang belum.
” Untuk yang tidak difasilitasi bangunan rumah ya harus keluar modal bangun sendiri, atau demi menghemat biaya maka kumpulkan kayu tripleks bekas kemudian bangunlah rumah seadanya untuk tempat berteduh,” Jelas Taslim kepada Cendana News.
Rata-rata para pedagang tersebut seringkali berganti-ganti barang dagangan. Taslim, akan menjadi pedagang rambutan atau durian jika sedang musim buah rambutan atau durian, demi mencari keuntungan yang agak lumayan. Sedangkan bagi Rahmat, seorang pedagang Es keliling, ia juga kerap mengganti dagangannya dengan buah dukuh jika memang sedang musim dukuh di Jakarta.
kehidupan mereka di bantaran kali jalan pengayoman sangat sederhana sekali. Bahkan mereka masih menggunakan air tanah dengan pompa manual merk Dragon yang sangat legendaris tersebut. Kamar mandi dan WC juga sangat darurat karena hanya di tutupi tripleks dengan pembuangan langsung ke kali pengayoman.
Harapan para pedagang keliling yang ternyata tergabung dalam komunitas warga pendatang RT0012/RW05 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman ini hanyalah sederhana, yaitu semoga setiap hari raya Idul Fitri mereka bisa pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk bertemu istri beserta anak-anaknya dengan membawa seonggok rejeki untuk berhari raya.
Pompa air

SENIN, 28 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...