Menikmati Keindahan Wisata Bahari di Berbagai Objek Wisata di Bakauheni

LAMPUNG — Pantai Batu Alif merupakan salah satu pantai yang berada di Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, selain itu di sebelahnya terdapat Pantai Minang Ruah dan Pantai Blebug yang masuk di Desa Totoharjo yang selalu dikunjungi warga saat akhir pekan. Pantainya yang relatif datar dan bersahabat menjadikan pantai pantai yang ada di daerah ini masih disukai oleh para penghobi wisata bahari. Meskipun memiliki potensi wisata yang bagus namun kondisi infrastuktur yang masih terbilang jauh dari sempurna tidak menyurutkan penikmat objek wisata di sekitar Lampung Selatan.
Pantai Batu Alif bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua dan juga roda empat yang bisa ditempuh dari jalan masuk sebelah SPBU Garuda Hitam di Bakauheni Lampung Selatan. Pantai yang berada di Selat Sunda ini memiliki keindahan pantai yang bisa dinikmati dari hiruk pikuk suasana kota yang bising. Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu warga Ketapang Joni (40) yang berkesempatan mengunjungi lokasi ini dengan mengajak beberapa kerabat dan anaknya.
“Jarak yang relatif dekat dengan rumah dan masih cukup nyaman membuat saya memilih berlibur ke daerah ini dan untungnya selain Batu Alif di Kelawi ini juga ada Pantai Minang Ruah dan Pantai Belbug yang bisa dijadikan pilihan,”ujar Joni Sabtu (05/09/2015).
Wisata bahari yang berada di sepanjang pesisir serta di kaki perbukitan dan pegunungan membuat udara sejuk menjadikan lokasi Pantai Batu Alif, Pantai Blebug dan Pantai Minang Ruah bisa dinikmati sambil membawa bekal untuk dimakan bersama. Joni mengaku terkadang mengajak kawannya ke Batu Alif untuk memancing ikan yang berada di bebatuan pinggir pantai dan jika tidak memperoleh ikan mereka akan membeli dari nelayan di tempat itu untuk dibakar.
Joni mengakui kondisi jalan ke lokasi yang masih kurang representatif dan harus diperhatikan oleh pemerintah setempat. Sebab dalam kondisi hujan, jalanan menuju lokasi tersebut masih licin akibat bebatuan yang berada di sepanjang jalan. Meskipun demikian potensi yang masih alami tersebut masih bisa terjangkau dengan hanya membayar tiket sebesar Rp5.000,- hingga Rp10.000, sebagai kas desa dan biaya pemeliharaan pengelola tempat wisata.
Berdasarkan pantauan Cendana News, Kecamatan Bakauheni selain pantai pantai tersebut juga memiliki ikon pariwisata cukup bagus di Kabupaten Lampung Selatan. Ini dikarenakan wilayah ini banyak di jumpai potensi pariwisata pantai. Selain itu, kawasan pintu gerbang pulau Sumatera ini juga sudah dibangun gedung ornamen Siger Lampung oleh Pemerintah Provinsi Lampung sebagai salah satu tujuan wisata.
Camat Bakauheni Ariwandi, SH, MH dalam usulan musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan (Musrenbangcam) beberapa waktu lalu disebutkan, bidang kelautan dan perikanan merupakan salah satu program yang di prioritaskan pada pembangunan mendatang. 
“Bakauheni ini memiliki program unggulan pariwisata. Tentunya sektor pariwisatanya harus dikembangkan. Selain sarana dan prasarananya terus di bangun, sektor pendukungnya juga harus di kembangkan, seperti pembangunan TPI dan pengembangan ikan air tawar,” katanya.
Lebih jauh dikatakan, rencana pemerintah membangun jalan tol sumatera dari pelabuhan Bakauheni memberikan peluang besar untuk pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwisata perlu dilaksanakan secara bertahap. Harapannya, dalam jangka menengah, pariwisata akan menjadi penggerak utama dalam pengembangan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengembangan pariwisata sebagai program unggulan perlu memperhatikan aspek keindahan, keterjangkauan, penyamanan, peran aktif masyarakat dan promosi,” ungkapnya.
Potensi potensi wisata yang dimiliki di Bakauheni diantaranya Menara siger, pantai tanjung tuha di Desa Bakauheni, pantai batu alif di Desa Kelawi, pantai Minang Rua di Desa Kelawi, pantai Blebug di Desa Totoharjo, pulau Sekepol dan Mengkudu di Desa Totoharjo, Curup Minang Rua di Desa Kelawi, Hutan Wisata, Desa Kelawi dan Wisata Kebun buah Alpokat di Desa Kelawi.

SABTU, 5 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...