Menikmati Pedasnya Mie Rampok di Dalam “Rumah Tahanan”

“Rumah tahanan” mie rampok
SURABAYA — Konsep yang unik menurut sang pemilik warung makan ini diyakini mampu menarik minat pembeli. Ia pun berusaha keras mematangkan konsep penjara yang ia usung.
Dengan konsep rumah tahanan seperti di dalam sel, ia membuktikan berhasil membuka warungnya ramai didatangi pembeli tanpa melakukan promosi sebelumnya.
Koko Harianto (29 tahun) pemilik warung mie rampok ini mengaku sejak dibuka pada tanggal 5 September 2015 lalu, ia kewalahan melayani pelanggan.
“Akhir pekan yang paling ramai biasanya, bisa menghabiskan 30 kg tepung untuk mie,” terangnya saat ditanyai Cendana News, Sabtu (26/09/2015).
Warung yang buka setiap hari ini, memiliki jam buka mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB dengan jumlah karyawan sebanyak 19 orang.
“Menu yang kami tawarkan yaitu mie dengan tingkat level pedas berbeda dan namanya yang unik,” jelasnya.
Menu yang ditawarkan mulai dari mie rampok salah tangkap (5 cabai) hingga yang paling pedas yaitu mie rampok hukuman mati (100 cabai).
“Kami masih fokus sama mie, jadi untuk minuman belum terlalu banyak variasi, mungkin kedepan nanti kami baru memikirkan minuman yang cocok untuk pasangan mie rampok,” tandasnya.
Harga yang ditawarkan untuk seporsi mie hanya 8000 Rupiah saja. Sedangkan jika ingin menambah menu dimsum, dihargai 3000 Rupiah per potongnya.
Kinan, salah satu karyawan mie rampok mengungkapkan banyak pelanggan yang memesan mie rampok salah tangkap dibandingkan mie rampok hukuman mati.
“Rata-rata sih pengunjung memesan yang mie rampok tahanan rumah dengan 35 cabai dan mie rampok masa percobaan 15 cabai,” katanya.
Selain harganya murah, konsep yang dijual juga unik. Pembeli datang harus mengantri satu per satu seperti ditahanan sembari membawa baki makanan yang sudah ada mie sesuai pesanan. Kemudian pembeli mengantri untul mengambil menu tambahan dimsum. Dan yang terakhir memesan minum sekaligus membayar di kasir.
Suasana lain yang bisa ditemukan disini, karyawan yang melayani pengunjung menggunakan baju ala tahanan lengkap dengan maskernya serta jika pelanggan keluar dari tenda para karyawan akan berteriak ‘tahanan kabur’.
“Selain itu, disini ada pojok selfie. Jadi pembeli bisa berfoto seru di sini,” tandasnya.
Dan suasana penjara yang terasa adalah terdapatnya sel-sel penjara di semua sudut warung ini.
“Saya berharap masyarakat bisa ramai berkunjung kemari dan memberikan masukan yang baik untuk kami. Agar kami mampu memberikan kepuasan bagi pelanggan,” tutup pria berkaca mata pemilik warung tenda ini.
Mie Rampok

bergaya penjara

SABTU, 26 September 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...