Mentan: Toko Tani Indonesia Diharapkan Potong Jalur Distribusi

PADANG —  Menteri Pertanian Amran Sulaiman meluncurkan Toko Tani Indonesia (TTI) di dalam rangkaian acara Gelar Pangan Nusantara yang diadakan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Menurut Amran, Toko Tani Indonesia ini bertujuan memotong jalur distribusi dari petani ke penjual yang selama ini cenderung banyak pengambil keuntungan oleh tauke-tauke besar sehingga harga cenderung melambung tinggi. Ia berharap, dengan adanya TTI, masyarakat bisa memperoleh harga yang tidak mahal.
“Selama ini jalur distribusi komoditas pangan terlalu panjang dan berbelit sehingga harga jualnya ke masyarakat menjadi sangat mahal. Kita ingin potong jalur distribusinya,” ujar Amran usai membuka Gelar Pangan Nusantara 2015 di Padang, Sumbar, Selasa (15/9/2015).
Gelar Pangan Nusantara ini berlangsung pada 15-18 September 2015 di Lapangan Tarandam, Padang, Sumatera Barat.  Amran mencontohkan, saat Ramadhan tahun ini harga bawang merah di tingkat petani hanya Rp6.000 per kilogram dan di pedagang bisa mencapai Rp36.000 per kilogram. Hasil penelitiannya ke lapangan didapati bahwa jalur distribusi menjadi penyebab utamanya.
“Demikian juga beberpa komoditas strategis lainnya, harganya bisa naik ratusan persen. Tapi petani tak menikmati keuntungan dari kenaikan harga,” Jelas Amran.
Untuk itu, katanya, Kementerian Pertanian menggandeng Perum Bulog mendirikan Toko Tani Indonesia (TTI) yang tujuannya agar dapat memotong rantai distribusi, sehingga masyarakat membeli dengan harga wajar.
Dengan kemampuan peyimpanan gudang sebesar empat juta ton, Bulog memang memiliki kemampuan menyimpan berbagai komoditas strategis di seluruh daerah yang tak dimiliki oleh perusahaan swasta manapun.
Tujuan TTI, katanya, membeli produk pertanian nasional, khususnya bahan pangan pokok dan strategis. Selain itu juga mendukung stabilitas harga, serta memberikan kemudahan akses konsumen/masyarakat yang ingin membeli bahan pokok dan strategis.
“Intinya TTI membeli produk petani dengan harga menguntungkan dan menjual langsung ke konsumen dengan harga lebih murah,” lanjutnya.
Komoditas yang diperdagangkan, katanya, adalah beras, gula pasir, minyak goreng, kedelai, bawang merah, cabai merah, dan daging sapi.
Amran sangat berharap dengan adanya TTI petani tidak alami kerugian dan masyarakat bisa membeli dengan harga wajar, setelah dipangkasnya sejumlah jalur distribusi.

SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...