Meski Ekonomi Lesu, Prospek Penjualan Rumah di Balikpapan Masih Terbuka

BALIKPAPAN — Prospek penjualan properti di Balikpapan khususnya penjualan rumah masih terbuka untuk Kalimantan Timur, karena permintaan rumah menengah ke bawah masih tinggi.
Sekretaris Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Kaltim Bagus Susetyo menjelaskan rumah dengan dengan harga di bawah Rp300 juta paling bertahan penjualannya di tengah penurunan penjualan rumah yang pada akhir semester I/2015 telah mencapai 50 persen. 
“Harga rumah yang di bawah Rp300 juta itu penjualannya masih oke. Karena pembeli memerlukan rumah untuk kebutuhan tempat tinggal, bukan untuk investasi. Kalau rumah harga Rp.400 juta ke atas sudah berat penjualannya,” terangnya, Minggu (13/09/2015).
Meskipun permintaan pembelian rumah di Kaltim pada umumnya tengah menurun, namun prospek penjualan rumah masih terbuka. Mengingat saat ini banyak target penjualan oleh pengembang yang perbulannya tidak mencapai target.
Bagus menuturkan, permintaan unit rumah yang mengalami penurunan yakni rumah dengan harga Rp.400 juta ke atas karena cukup berat penjualannya. Sedangkan harga rumah yang dibawah Rp.300 juta penjualannya masih tinggi karena pembeli membeli rumah untuk kebutuhan tempat tinggal bukan untuk investasi.
Balikpapan merupakan salah satu kota dengan penjualan rumah kelas menengah atas yang masih cukup laris. Lain halnya dengan Samarinda yang diakui Bagus penjualannya benar-benar stagnan. 
“Kalau di Samarinda itu mungkin lebih banyak pegawai-pegawai negeri sipil. Beda dengan Balikpapan yang pegawai swasta dari perusahaan pertambangan migas dan batu bara yang cukup banyak dibanding kota lain. Jadi daya belinya lebih tinggi,” tandasnya.
Bagus menambahkan rumah dengan harga Rp300 juta ke bawah itu dominan berasal dari pengembang-pengembang lokal. Meskipun sama-sama masuk dalam kategori rumah menengah bawah dengan tipe kecil, rumah menengah bawah yang dibangun oleh pengembang besar berharga jauh lebih mahal.
MINGGU, 13 September 2015
Jurnalis       : Ferry cahyanti
Foto            : Ferry cahyanti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...