Minim Bantuan, Dua Ruangan SMP Nasional di Minahasa Dibiarkan Rusak

MANADO —– Minim bantuan Pemerintah, dua ruangan kelas di SMP Nasional Kahuku, Kecamatan Likupan Timur, Kabupaten Minahasa Utara rusak selama tiga tahun. Pantauan Cendana News di SMP Nasional Kahuku, kerusakan yang terjadi di SMP Nasional lumayan parah sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kepala Sekolah SMP Nasional Kahuku, Lansus Ruitang S.Pd kepada Cendana News Kamis (10/09/2015) mengatakan, kerusakan dua ruangan kelas SMP Nasional Kahuku sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu, dan hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah untuk memperbaiki ruangan kelas, padahal pihak sekolah sudah mengusulkan kepada Bupati Minahasa Utara Sompie Singal, namun beluma ada realisasi. 
“Sudah lama kami sudah usulkan kepada Bupati tapi sampai sekarang belum ada anggaran yang turun, baik dari Dinas Pendidikan maupun dari Pemerintah daerah langsung” ujar Lansus.
Selain itu Lansus juga mengatakan, selain dua ruangan kelas yang, kondisi ruangan guru dan Kepala Sekolah juga sangat memprihatinkan, sehingga tidak layak digunakan dan ditempati oleh para guru yang ada di SMP Nasional Kahuku.
Lansus menegaskan juga, meski pihak sekolah sudah berulang kali menyampaikan kepada Dinas Pendidikan namun tetap saja tidak ada perhatian, sehingga saat ini kondisi ruangan kelas dan ruang guru terbiar percuma dan tidak terawat akibat rusak. 
“Ada dua ruangan kelas yang rusak berat, dan disini belum ada perpustakaan, sehingga kami memohon bantuan dari Pemerintah apakah melalui anggaran Dana Alokasi Khusus maupun bantuan dari dana lainnya” ucap Lansus.
Sementara itu Lansus menambahkan, tahun lalu Gubernur Sulut bersama dengan para Musyarawah Pimpinan Daerah (Muspida) sudah melakukan peninjauan, dan berjanji akan memberikan bantuan, namun sampai saat ini bantuan itu tidak kunjung datang.
Lansus juga menyatakan, selain masalah kerusakan ruangan, SMP Nasional Kahuku juga kekurangan guru, terutama guru yang berstatus PNS, dan pihak sekolah sudah berulang kali menyampaikan hal ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten, namun belum  ada tindak lanjutnya. 
“Guru disini yang PNS baru satu orang, dan kami sudah meminta tambahan guru sebanyak empat  orang, namun belum juga direalisasikan” kata Lansus.


KAMIS, 10 September 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...