Money Charger Jadi Tolak Ukur Pembeli di Perbatasan RI-PNG

Seorang pedagang menunjukan mata uang Kina hasil penjualan baju di tokonya

JAYAPURA — Berbagai macam usaha yang ada di pasar Skouw, Kota Jayapura, perbatasan RI-PNG. Ada satu yang menarik, saat Cendana News mengunjungi pasar yang buka setiap hari Selasa dan Kamis ini. Money Charger atau penukaran mata uang inilah menjadi tolak ukur jumlah pembeli di pasar perbatasan tersebut.
Pasar yang dibuka setiap pagi hingga sore ini, mayoritas para pedagang non Papua menyuguhkan berbagai macam jenis jualan, mulai dari kelontongan, elektronik, mesin-mesin genset, mesin babat rumput, pakaian, sepatu, sandal, tas dan berbagai macam pernak pernik kerajinan tangan motif Papua, serta berbagai macam kuliner.
Dari pantauan di pasar tersebut, berangsur-angsur pembeli yang berasal dari negara tetangga Papua Nugini (PNG) mulai berdatangan ke pasar Skouw sejak pagi hari pukul 08.00 WIT, dengan berbagai tujuan untuk membeli, maupun merasakan kuliner buatan tangan Indonesia.
Ada yang unik dalam proses jual beli tersebut, setiap pembeli yang berdatangan hampir 90 persen menggunakan mata uang PNG yakni Kina, secara otomatis para pedagang pun wajib menyediakan uang kembalian bermata uang jenis Kina.
Untuk melihat seberapa banyak pembeli dihari pasar tersebut, media ini mencoba mencari lokasi persis penukaran mata uang yang berada di pasar tersebut, untuk mengetahui transaksi penukaran mata uang dengan total perharinya.
Muhammad Ali, pria inilah yang menjadi pintu penukaran uang di pasar tersebut. Menurutnya, kurs Kina ke Rupiah saat ini pada posisi 1 Kina sama dengan Rp 4.550 dan dalam sehari dirinya dapat menukar Kina sebanyak 25.000 Kina atau Rp 100 juta lebih.
“Kalau bukan hari pasar, paling sedikit 25 ribu Kina. Tetapi kalau hari pasar, Selasa dan Kamis paling sedikit 50 ribu – 60 ribu kina, kalau di rupiahkan lebih dari Rp 200 juta,” ungkap Doyo sapaan akrabnya, Selasa (22/09/2015).
Bisnis penukaran uang ini, lanjutnya, bukan miliknya, melainkan ada pemilik yang juga mempunyai bisnis penukaran mata uang di beberapa titik wilayah Kota Jayapura. Dirinya yang juga memiliki sebuah lapak pakaian dan kelontongan di pasar tersebut menerima upah dari hasil penukaran mata uang sebesar 15 rupiah setiap 1 Kina. “Satu kina yang ditukarkan, saya dapat diberikan bos 15 rupiah,” ujarnya
Menurutnya, menjalankan usaha di pasar Skouw, perbatasan terbilang mudah, karena hampir semua barang nilainya murah. Ia mencontohkan pakaian dewasa dihargai Rp 25 ribu, sedangkan kalau di pusat Kota Jayapura, harga tersebut tidak akan ditemui.
“Pakaian untuk dewasa minimal 25 ribu, anak-anak 1 baju harganya 6 ribu dan paling mahal hanya 10 ribu. Jadi, kalau 5  kina dapat 2 lembar baju anak-anak sedangkan untuk dewasa 8 Kina mendapatkan 2 lembar baju kaos. Kalau di kota tidak akan kita dapatkan harga segitu, minimal kaos untuk dewasa harga paling murah Rp.75 ribu dan anak-anak Rp.30 ribu,” katanya.
Doyo menunjukan hasil penukaran uang
RABU, 23 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...