Monumen Polwan, Pelecut dan Inspirasi bagi Srikandi Bayangkara

BUKITTINGGI — Kapolri Drs. Badrodin Haiti, meresmikan renovasi pembangunan Monumen Polwan Bukittinggi- Sumatera Barat (Sumbar) dalam rangka peringatan HUT Polwan Republik Indonesia ke-67 tahun, Selasa (1/9/2015) pagi.

Badrodin Haiti berharap HUT yang ke 67, keberadaan Polwan semakin terasa dan ikut menegakkan kedaulatan RI. Langkahnya yaitu, pertama Polwan mesti melakukan introspeksi diri dalam meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan negara. Kedua jaga keseimbangan antara dua sisi tugas dan sebagai ibu dalam rumah tangga, dimana satu sama lain menjadi sesuatu yang penting.
“Ketiga, Polwan mesti mampu menempatkan diri secara dalam masyarakat menjadi idola yang membanggakan dan menjauhkan diri dari hal hal yang menjatuhkan derjat wanita dan polri. Keempat, tingkatkan solidaritas diantara Polwan, sinergitas dengan organisasi wanita, TNI dan yang lainnya. Kelima, jaga nama baik korps, dan pertahankan jatidiri dan  harga diri Polwan dan jauhkan diri dari image negatif dalam menjalan tugas,” jelas Badrodin Haiti.
Badrodin Haiti juga mengatakan kehadiran Polwan merupakan srikandi Bayangkara dalam perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Kedepan perlu evaluasi diri untuk mampu memberikan yang lebih baik lagi.
“Kita juga menantang para perwira Polwan untuk menjadi Humas Polri, dimana dengan kekuatan dan kemahirannya tentu nantinya akan memudahkan jalan kariernya menjadi Jendral. Namun sayang hingga hari ini para polwan kita masih memilih pada tingkat direktur saja,” lanjut Badrodin Haiti.
Badrodin Haiti juga menginginkan monumen ini sebagai pelecut semangat dan menjadi inspirasi bagi setiap Polwan di Indonesia.
“Dengan adanya monumen Polwan di Kota Bukittingi sebagai kota sejarah kelahiran Polwan ini akan menjadi inspirasi dan semangat kebanggaan bagi para Polwan kita untuk terus meningkatkan kemampuan diri setiap waktunya, dengan memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara,” pungkasnya.
Sementara itu, Pejabat Gubernur Sumbar, Reydonnyzar Moenek menyampaikan apresiasi dan bangga akan hadirnya renovasi pembangunan monumen Polwan Republik Indonesia yang juga menambah keindahan Kota Bukittinggi sebagai Kota wisata di Sumbar.
“Kita juga berharap monumen Polwan sebagai aset negara dihibahkan kepada Pemko Bukittinggi agar nantinya dapat dianggarkan APBD Bukittinggi dalam upaya perawatan monumen. Tentunya ini akan kita lakukan sesuai aturan yang berlaku, sehingga keberadaan monumen Polwan dan sejarah lahirnya Polwan di Indonesia ini dapat diabadikan sepanjang masa, sebagai sebuah proses perjuangan pengabdian dan dedikasi Polwan terhadap keradaan pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujar Pejabat Gubernur yang akrab disapa Dony ini.
Kota Bukittinggi menjadi sejarah penting bagi terbentuknya Polisi Wanita di Indonesia dimana dipelopori oleh 6 (enam) orang wanita tangguh Indonesia diantaranya, Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher.
Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948. Ketika itu, Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Kota Bukittinggi harus menangani arus pengungsian besar-besaran akibat agresi militer Belanda. Pengungsian besar-besaran itu berpotensi menimbulkan masalah jika ada penyusup atau kriminal di antara pengungsi yang masuk ke wilayah-wilayah yang dikuasai republik. Hal ini disebabkan karena pengungsi perempuan menolak digeledah oleh polisi pria.
“Keenam gadis remaja ini secara resmi mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukittinggi pada 1 September 1948. Tanggal itulah yang belakangan dinyatakan sebagai hari lahirnya polisi wanita. Hal ini menambah kebanggaan  masyarakat Sumatera Barat Ranah Minang, dimana para putri berdarah bundo kanduang memberikan dedikasi keikutsertaan dalam memajukan Polri,” ungkapnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek, Ketua DPRD Irwan Hendra Rahim, Kapolda se Sumatera. Pimpinan Mabes Polri, Walikota Abdul Gafar,SE.MM, Ketua Umum Bayangkari, Utusan Polwan se Indonesia, Pimpinan PT. Pos Indonesia, tokoh masyarakat Sumbar .

SELASA, 1 SEPTEMBER 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...