Muhammadiyah: Perbedaan Hari Raya Kurban Murni Karena Ijtihad

YOGYAKARTA — Muhammadiyah dipastikan akan merayakan Idul Adha sehari lebih cepat dari yang telah ditetapkan oleh pemerintah, menyusul perhitungan hisab wijudul hilal yang dilakukan oleh PP Muhammadiyah menunjukkan ijtimak atau konjungsi geosentris menjelang Dzulhijah 1436 H terjadi pada Minggu, 13 September 2015 Pukul 13:43:35 WIB. Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas menjelaskan, pada saat matahari terbenam di sebagian wilayah barat Indonesia bulan sudah wujud, dan di sebagian wilayah timur Indonesia belum wujud. Dengan demikian, katanya, garis batas wujudul hilal melewati wilayah Indonesia.
Berkait dengan perhitungan jatuhnya Hari Idul Adha yang berbeda itu, PP Muhammadiyah menggelar press conferensi di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Jalan Cik Ditiro No 23, Yogyakarta, Jumat (18/9/2015). Kepada insan pers, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan jika perbedaan tersebut murni karena ijtihad yang dilakukan pengurus secara bersama-sama. Karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah dan semua pihak bisa memberikan kebebasan merayakan Idul Adha kepada Muhammadiyah.
Haedar menjelaskan lagi, pihaknya telah melakukan penghitungan berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal dan mendapati, bahwa tanggal 10 Zulhijah jatuh tepat pada tanggal 23 September 2015. Karena itu, Muhammadiyah pun berharap pemerintah bisa memberi keleluasaan pada umat muslim warga Muhammadiyah untuk melaksanakan ibadah sholat dengan waktu yang berbeda. Haedar berharap pula kepada Pemerintah Daerah DI Yogyakarta agar tetap bisa memberikan perijinan terkait lokasi penyelenggaraan sholat Idul Adha.
“Kami sangat berharap perbedaan ini tidak membuat munculnya intoleransi bagi seluruh umat muslim, khususnya di DIY, meski waktu sholat Idul Adha berbeda. Semoga semua umat bisa saling memahami dan menghargai keyakinan masing-masing, serta juga mempermudah perijinan lokasi sholat Idul Adha,” ujarnya.
Haedar juga mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah agar melakukan koordinasi dengan pihak berwenang untuk menjaga ukhuwah Islamiyah. 
“Terutama dalam hal pelaksanaan solat Idul Adha dan perijinan penggunaan lapangan atau tempat-temmpat lain yang akan digunakan sebagai tempat Solat Idul Adha warga Muhammadiyah,” pungkasnya. 
SABTU, 19 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...