Musibah di Mina Renggut Nyawa Jemaah Haji Asal Yogyakarta

Rina menunjukkan foto alm Ardani korban musibah Mina
YOGYAKARTA — Kabar duka kembali menyelimuti umat muslim di seluruh dunia. Tidak kecuali di Yogyakarta, menyusul terjadinya musibah berdesak-desakannya jutaan jemaah haji di Mina, Mekkah, Arab Saudi saat hendak melempar jumroh. Ardani Bin Ali Siradj (80), jemaah haji asal dusun Kenteng, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta, turut menjadi korban meninggal dalam tragedi memilukan itu.
Ditemui di kediamannya, Jumat (25/9/2015), Rina Kusumawati (42), keponakan alm Ardani, korban meninggal dunia dalam musibah di Mina, mengatakan, pihaknya pertama kali mendengar kabar duka tersebut dari salah satu putra almarhum yang turut mendampingi dalam perjalanan haji. Kabar duka itu diterimanya kemarin, Kamis (24/9/2015) sesaat sebelum waktu solat magrib. 
“Dengan menangis, putra almarhum yang turut mendamipingi di tanah suci mengabarkan kalau terjadi musibah itu”, ujar Rina.
Demi mendengar kabar tersebut, pihak keluarga pun langsung mekakukan konfirmasi ke Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Yogyakarta. Waktu itu, kata Rina, KBIH mengatakan semua jemaahnya baik-baik saja. Namun, sekitar pukul 21.00 wib, Rina menerima kabar dari KBIH Yogyakarta, yang menyatakan alm berada di rumah sakit. 
“Lalu, pada sekitar pukul 00.00 wib, kami menerima kabar lagi yang menyatakan jika almarhum sudah wafat”, kata Rina.
Keluarga pun semakin yakin dengan kebenaraan kabar itu, setelah keesokan paginya, jajaran Kementrian Agama Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan sejumlah pejabat Pemkab Sleman datang menyampaikan belasungkawa, sekaligus memastikan kabar duka tersebut. Hingga hari ini, sejumlah kerabat dan warga sekitar pun terus berdatangan turut menyampaikan belasungkawa.
Rina menuturkan, alm Ardani bin Ali Siradj (80), merupakan pensiunan TNI AU dari Mabes AURI Jakarta. Almarhum yang setelah pensiun dari kesatuannya di Mabes AURI Jakarta kemudian bergabung di BASARNAS Jakarta. Baru sejak tiga tahun ini, almarhum menetap di rumahnya dusun Kenteng, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Almarhum meninggalkan satu putri bernama Hidayah Indriastuti (40) dan satu orang putra bernama Muhammad Taufik Ariyanto (37), yang dalam musibah itu turut mendampingi almarhum di tanah suci.
Rina mengatakan, Muhammad Taufik Ariyanto turut mendampingi almarhum, karena almarhum memang sudah tua dan harus berjalan dengan kursi roda. Saat kejadian berdesak-desakan di Mina, korban jatuh dan terinjak-injak. 
“Sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Kami iklas dengan kepergiannya. Semoga khusnul qotimah dan alhamdulillah putranya yang mendampingi di tanah suci selamat dan sekarang dalam kondisi baik-baik saja”, jelas Tina, sembari mengimbuhkan, almarhum berangkat ke tanah suci pada 30 Agustus 2015, bersama Kloter 29 SOC. 
Suasana di rumah duka

JUMAT, 25 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...