hut

Nikmati Kelezatan Olahan Ikan Blue Marlin di Kota Agung Tanggamus

LAMPUNG — Menyusuri pantai pantai di Pesisir Barat Lampung dari Liwa Lampung Barat- Krui di Pesisir Barat- Kota Agung di Tanggamus merupakan perjalanan yang menyajikan banyak hal. Dataran tinggi dengan melintasi pegunungan kaki gunung Tanggamus yang menyatu dengan perbukitan Bukit Barisan Selatan serta sensasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan sebuah perjalanan menarik di akhir pekan. Selain menyusuri kontur perbukitan bagi pecinta petualangan, sajian pantai pantai pesisir dengan ombak tinggi Samudera Hindia merupakan pemandangan yang bisa dijumpai bahkan tanpa harus turun dari kendaraan. Tak mengherankan banyak turis turis mancanegara berkunjung ke Pesisir Barat untuk menikmati dan menaklukkan ombak yang cocok untuk para peselancar tersebut.
Melakukan perjalanan khususnya untuk berwisata tak ada salahnya jika mencoba kuliner berbahan baku hasil laut di Samudera Hindia dan juga di Teluk Semaka. Salah satu yang terkenal adalah ikan blue marlin yang menjadi ikon kabupaten termuda di Provinsi Lampung yakni Kabupaten Pesisir Barat. Ciri khas tersebut bahkan dijadikan ikon tugu perbatasan antara Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesisir Barat. Ikan Blue Marlin memiliki moncong seperti tombak panjang dan sangat tajam namun dagingnya menjadi bahan kuliner bermutu dan mahal.
Cendana News berkesempatan menikmati olahan hasil laut yang banyak terdapat di perairan Samudera Hindia, teluk Semaka yang dipancing oleh para nelayan setempat dan dibawa ke dermaga Kota Agung, kota Pelabuhan sekaligus ibukota Kabupaten Tanggamus. Pilihan mencicipi olahan ikan blue marlin serta ikan jenis lain termasuk udang bisa diperoleh di Kota Agung setelah sempat berhenti di warung langganan di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) kota Krui, sayang sedang tidak mengolah ikan blue marlin atau ikan Tuhuk. Hingga akhirnya menemukan sebuah warung di Teluk Semaka tepatnya di Kota Agung.
“Belum lengkap rasanya jika sudah berada di wilayah pesisir tapi belum menikmati olahan ikan Blue Marlin atau ikan Tuhuk, nanti dicoba ada beberapa varian olahan yang bisa dicoba diantaranya pepes, bakso atau sate,”ujar Hindar dan Supri kepada Cendana News, Minggu (13/9/2015).
Menurutnya Blue Marlin atau disebut ikan tuhu/tuhuk sering digambarkan sebagai ikan yang bisa terbang. Ikan tersebut oleh para pemilik usaha kuliner Seafood biasa diolah menjadi makanan sate, gulai, bakso. Selain pilihan ikan Tuhuk, menu udang windu goreng, ikan kembung goreng, ikan kakap merah goreng serta dilengkapi dengan lalapan daun daunan khas pegunungan Tanggamus disajikan di meja oleh sang pemilik warung di Kota Agung.
Sajian ikan Kembung pun disajikan dengan cara unik yaitu ikan kembung tanpa tulang. Benar saja, saat CND merasakan menu ikan kembung goreng tersebut tak terdapat satupun duri. Pengolahan dengan cara tertentu dipadukan dengan ikan tuhuk yang sudah dibentuk menjadi otak otak dimasukkan dalam perut ikan kembung sehingga kembung goreng tersebut merupakan perpaduan dua rasa; ikan Tuhuk dan Ikan Kembung.
“Isinya ikan blue marlin yang diolah dengan tepung dan dibentuk menjadi bulatan lantas digoreng dan dimasukkan di perut ikan kembung, rasanya menyerupai bakso ikan Tuhuk yang dibakar,”ujar Hindar yang biasa menyantap ikan Tuhuk tersebut.
Ikan Tuhuk yang menjadi lambang khas Kabupaten Pesisir Barat tersebut menurut nelayan setempat Rendi, ditangkap di perairan Pesisir Barat kemudian dijual di pelelangan Kota Agung, dijual ke pasar serta sebagian dibawa ke Bandarlampung, Jakarta serta kota kota lain ke sejumlah restoran. Saat ini harga ikan Tuhuk mengalami kenaikan dari biasanya seharga Rp.40ribu naik menjadi Rp.50ribu bahkan bisa mencapai Rp.60ribu perkilogram tergantung kondisi musim menangkap.
“Kalau lagi musim angin susah melaut ikan blue marlin sangat mahal bahkan bisa mencapai Rp.80ribu perkilogram,”ungkap rendi.
Di sebuah rumah makan sederhana di Kota Agung, sajian blue marlin disajikan dalam bentuk pepes yang dibungkus dengan daun pisang segar, digoreng dengan ikan kembung. Sayang CND belum berkesempatan merasakan kelezatan bakso serta sate ikan Tuhuk yang kesohor itu. Menurut Hindar yang pernah merasakan sate ikan Tuhuk, harga satu tusuk Ikan Tuhuk berkisar Rp1.500 sampai Rp2.000 isi lima iris bisa juga Rp.15ribu hingga Rp.20ribu pertusuk sesuai besar kecilnya isi daging dalam satu tusuk. Meski tak ada sajian sate ikan Tuhuk, sajian khas dari laut pun tetap menggugah selera.
Ikan kembung goreng dan berpadu dengan lalapan mentah mentimun dan terong bulat serta daun rebusan, plus sambal terasi dan sambal tomat segera amblas disantap bersama nasi putih yang masih mengepul wangi di bakul. Tak mengherankan pengunjung selalu menambah saat makan dengan sajian ikan Tuhuk, ikan kembung goreng, ikan Tuhuk maupun ikan kakap bakar. Meki tak menjumpai bakso serta sate ikan Marlin, sajian ikan lain terbukti telah bisa mengganjal rasa lapar dan ras ingin tahu ikan Blue Marlin yang terasa menggoyang lidah.
Meski sederhana warung yang menyajikan kuliner ikan di Kota Agung terlihat ramai dikunjungi oleh beberapa orang penting terlihat dari kendaraan mewah yang trparkir. Bahkan disaat saat tertentu wisatawan yang akan berkunjung ke Tanjung Setia untuk berwisata petualangan juga makan di warung sederhana tersebut.
Sajian menu berbahan ikan tangkapan di Teluk Semaka dan Samudera Hindia menjadi sajian favorit rumah makan, restoran yang ada di sepanjang Jalan Lintas Barat Lampung arah Lampung- Bengkulu tak hanya dinikmati pemburu kuliner tapi juga warga lokal. Potensi ikan laut dengan maskot ikan Blue Marlin seolah tak bisa lepas dari wilayah Pesisir Barat. Bahkan dua kabupaten menggunakan simbol ikan sebagai lambang daerah, Kabupaten Pesisir Barat dengan simbol Blue Marlin serta Kabupaten Tanggamus dengan Ikan Lumba Lumba yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk melihatnya di Teluk Kiluan.
Rasa ikan Blue Marlin yang menggoda bisa menjadi buruan saat liburan. Belum lengkap rasanay jika berkunjung ke Lampung Barat, Tanggamus tanpa makan olahan hasil laut salahs atunya bakso, sate blue Marlin. Bahkan olahan ikan tersebut menjadi buruan para bule bule yang melancong ke daerah tersebut. Tertarik? silakan kunjungi Tanggamus dan Pesisir Barat Lampung. 


MINGGU, 13 September 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...