Nilai Tukar Petani di Provinsi Papua Turun 0,23 persen

Petani menyiram bibit sayur yang telah ditanaminya di lahan Youtefa, Kota Jayapura
JAYAPURA — Nilai Tukar Petani di provinsi Papua di bulan Agustus tahun ini mengalami penurunan sebesar 0,23 persen atau 96,68 yang sebelumnya Sebelumnya NTP sebesar 96,91. Penurunan tersebut diakibatkan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan 0,21 persen dibandingkan indeks harga dibayar petani yang mengalami kenaikan 0,02 persen.
Sementara nilai tukar petani Nasional Agustus 2015 mengalami kenaikan 0,31 persen sebesar 101,28 dibandingkan NTP Juli bulan lalu. Itu disebabkan disebabkan oleh indeks diterima petani mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen dan kenaikan indeks harga dibayar petani yang alami kenaikan hanya 0,36 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Didik Koesbianto menyebutkan, khusus subsektor Tanaman  Pangan di Papua, lanjutnya nilai tukar petani sebesar  87,26. Untuk NTP subsektor Hortikultura  sebesar  110,49  yakni tanaman  perkebunan  rakyat  adalah  106,27.
“Di wilayah perdesaan Papua terjadi inflasi sebesar 0,03 persen di bulan Agustus 2015. Inflasi itu terjadi akibat naiknya sebagian besar subkelompok pengeluaran rumah tangga, dimana peningkatan tertinggi terjadi pada subkelompok makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau yang mengalami kenaikan hingga 1,06 persen,” kata Koesbianto, Minggu (13/09/2015).
Yang diperoleh petani, dikatakannya, perbandingan  indeks  harga  diterima  petani terhadap  harga  yang dibayar petani merupakan salah satu indikator untuk melihat kemampuan daya beli petani di perdesaan.
“Semakin tinggi nilai tukar petani,  secara relatif, semakin kuat pula tingkat kemampuan dan daya beli petani. Bila dibandingkan nilai tukar petani Papua pada Juli 2015 sebesar 96,91, NTP Papua Agustus 2015 mengalami penurunan sebesar 0,23 persen menjadi 96,98,” katanya.
Sementara itu, untuk wilayah Sulawesi Maluku dan Papua, wilayah timur Indonesia menempati peringkat ke-7 Sumapua dengan inflasi yang mencapai 0,03 persen sedangkan secara nasional, Papua menempati peringkat ke-26.
“Untuk indeks harga diterima petani, perubahan harga komoditas yang dihasilkan petani ditunjukkan oleh indeks harga yang diterima petani, dimana bulan Agustus kemarin,  indeks harga yang diterima petani sebesar  112,11  atau  menurun  sebesar  -0,21 persen kalau dibandingkan bulan Juli 2015,” ujarnya.
Dari lima subsektor pertanian, dikatakannya, subsektor  Hortikultura,  Peternakan dan Perikanan juga alami penurunan indeks masing-masing sebesar -0,58 persen, -0,01 persen dan -0,74 persen.
“Subsektor Tanaman Pangan dan Perkebunan Rakyat tidak mengalami perubahan indeks,” ujarnya.
MINGGU, 13 September 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...