NJ Seri Diskusi Seni: Seniman dan Strategi Kebudayaan

Diskusi akhir bulan Nan Jombang
PADANG — Diskusi akhir bulan ?kembali digelar untuk bulan September 2015 ini. Administrator acara sepakat untuk mengangkat “Seniman dan Strategi Kebudayaan” sebagai tema diskusi. Heru Joni Putra, seorang pengagas Nan Jombang menyatakan, tema ini diangkat melihat perkembangan kesenian di Sumatera Barat belum berjalan dengan semestinya.
“Tanpa menafikan kerja-kerja seniman atau budayawan sebelumnya, kami beranggapan tawaran strategi pada masa lampau belum memberikan dampak luas dalam berkesenian,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Senin (28/9/2015).
Ia menyebut Kongkres Kebudayaan Indonesia di Bukittinggi pada 2003 dan Kongres Kebudayaan Minangkabau di 2010 sebagai contoh. Sampai sekarang, kata Heru, kehidupan berkesenian di Sumatera Barat masih berjalan di tempat.
Memang banyak soal yang berkelindan. Tapi, bagi lulusan Fakultas Ilmu Budaya Unand ini, yang penting kembali membuka persoalan dan mencarikan solusinya.
“Kami akan berusaha tidak menyelesaikan persoalan ini dalam satu sesi,” lanjutnya.
Sebagai pembuka wacana, Fariq Alfaruqi akan membeberkan beberapa pikiran. Penyair yang diundang ke Fetsival Salihara Oktober mendatang, melihat persoalan dari dalam dan luar kesenian.
“Sebagai penggerak kebudayaan, pertama-tama yang harus ditanyakan adalah senimannya. Apakah sudah berjalan ‘visi dalam melihat kesenian di dunia hari ini? Apakah peran seniman dalam masyarakatnya?” jelas Fariq.
Persoalan-persoalan kemudian, lanjut Fariq,akan merembet ke arah lain. Apa peran pemerintah, legislatif, pariwisata, hukum, yang kemudian akan mendukung majunya kesenian di daerah ini.
Seperti biasa, acara akan diadakan pada Pukul 20.00 WIB pada akhir bulan, dan Rabu, 30 September 2015. Siapa pun yang berkeinginan datang, dipersilahkan Fariq dan Heru.

SENIN, 28 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...