Panen Raya, Petani Cabe di Sleman Targetkan Hasil Kebun 15 Ton per Hektar

YOGYKARTA — Kendati di musim kemarau, petani cabe merah di dusun Bulusawit, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, tetap bisa melakukan panen raya. Sampai hari ini, Selasa (15/9/2015), mereka bahkan baru menyelesaikan dua kali petik cabe. Diperkirakan, dari lahan seluas 2 Ha nanti akan diperoleh sekitar 30 Ton cabe merah atau 15 Ton per hektarnya.
Heru, Sekretaris Poktan Subur Makmur, menjelaskan, berbagai kendala seperti minimnya sumber air di musim kemarau dan hama memang cukup membuat repot para petani. Namun, dengan pendampingan intensif dari petugas Balai Pengkajian Tenologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, petani menjadi mampu dan mengerti cara-cara mengatasi beragam kendala tersebut.
Dijelaskan Heru, bantuan pemerintah yang diberikan itu bukan hanya berupa peralatan, perlengkapan dan bibit serta pupuk senilai Rp 25 Juta. Namun, sebanyak 25 petani anggota Kelompok Tani Subur Makmur mendapat pendampingan khusus melalui kegiatan sekolah lapang dalam program Pendampingan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH) Komoditas Cabe Merah di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
“Dengan pendampingan sekolah lapang itu, petani bisa lebih memahami tentang tata cara menanam cabe yang benar, cara membasmi hama dengan tepat sasaran dan cara panen yang tepat, sehingga hasil panen bisa maksimal”, ujar Heru.
Didampingi Jadia, Ketua Poktan Subur Makmur, Heru menerangkan pula jika di musim kemarau ini minimnya sumber air memang menjadi kendala besar. Sungai yang biasa mengaliri kawasan pertanian di dusun Bulusawit mengering. Karena itu, pihaknya terpaksa menambah pasokan air dari PDAM, yang menyebabkan biaya produksi bertambah. 
Namun demikian, Heru masih merasa terbantu dengan adanya jatah giliran irigasi dari Dam Sukun Sungai Kaliwaru di desa Selomartani, yang diperolehnya setiap seminggu sekali selama 18 jam pengairan. Kendati hanya cukup untuk mengairi lahan seluas 2 Ha, kata Heru, jatah irigasi itu sangat membantu sekali.
“Saat ini, kami baru melakukan dua kali masa petik. Nanti kalau sudah semuanya dipanen, dari lahan seluas 2 hektar itu akan kita peroleh 30 ton cabe, dengan harga cabe saat ini dari petani Rp 22.000 perkilonya”, pungkas Heru, yang merasa bangga karena dalam masa panen raya cabe perdana secara simbolis dilakukan oleh Titiek Soeharto dan sejumlah pejabat dinas terkait di Sleman, beberapa waktu lalu. 
SELASA, 15 September 2015
Jurnalis       : Koko Triarko
Foto            : Koko Triarko
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...