Pantai Manado Direklamasi, Nelayan Mengeluh Tak Memiliki Tambat Perahu

MANADO — Pantai Manado yang terus direklamsi untuk pembangunan Mall di kawasan Boulevard, membuat ratusan nelayan yang tergabung dalam Asosiasi Nelayanan Tradisional (Antra) Manado harus kehilangan tempat dan tambat perahu, yang biasanya di letakkan di kawasan pantai Manado usai melakukan pencarian ikan di laut.
Menurut salah satu anggota, Ismail, yang ditemui kamis (03/09/105) sore di  markas Antra di kawasan Boulevard menyebutkan, sejak pantai Manado di reklamasi, hingga saat ini mereka tidak bisa lagi menaruh perahu di pinggir pantai, karena tempat Tambatan perahu sudah ditimbun oleh pengembang untuk pembangunan Mall. 
Selain itu Ismail juga menyesalkan sikap pengembang yang tidak memperhatikan nasib nelayan tradisional yang jumlahnya ada lebih dari 500 nelayan, sehingga mereka hingga saat ini kesulitan untuk menaruh perahu.
Ismail mengatakan, karena tidak ada tempat untuk menambatkan perahu, sehingga perahu nelayan diangkat ke darat, dan diletakkan pinggir Jalan Pierre Tendean Boulevard, agar aman dan terhindar dari timbunan material reklamasi.
Sementara itu pantauan Cendana News di lokasi reklamasi, penimbunan untuk mereklamasi pantai Manado terus berlangsung. Dua Ekskapator yang dioprasikan oleh Operator, terlihat sibuk melakukan penimbunan pantai di pesisir pantai Manado. Bahkan gedung megah yang dibangun oleh pengembang terlihat sudah 60 % berdiri kokoh, sebagai bangunan Mall Manado Tows Squara (Mantos) tiga, yang sebentar lagi dioprasikan untuk kegiatan bisnis di kota Nyiur Melambai ini.
Pihak pengembang dan Pemilik Mantos tiga Henky Wijaya saat akan ditemui oleh Cendana News, tidak berada di lokasi, para security dan karyawan Mantos menolak untuk memberikan keterangan, mereka meminta agar Cendana News melakukan konfirmasi kepada Owner Mantos karena mereka hanya sebagai karyawan biasa. 

KAMIS, 3 September 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...