Pasangan Jemaah Haji Asal Semarang Meninggal dalam Musibah di Mina

Foto terakhir yang di unggah jemaah haji asal semarang
SEMARANG — Pasangan suami istri, Sugeng Triyanto dan Sri Prabandari, jamaah haji kloter 62 asal kota Semarang, kemarin dikabarkan menjadi korban meninggal bersama ratusan jemaah haji lainnya dalam musibah di Mina, Arab Saudi. 
Kepastian kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh keponakan almarhum, Sri Hendrita kepada para awak media yang mendatangi rumah duka almarhum di Komplek Perumahan Pokok Pondasi, Kecamatan Ngaliyan, kota Semarang, Jawa Tengah.
Sri Hendrita dapat kepastian kabar wafatnya Sri Prabandari pertama kali lewat telepon dari Kantor Daerah Kerja ( Kandaker ) di Makkah, Arab Saudi, yang mengabarkan bahwa salah satu jamaah haji bernama Sri Prabandari, asal Semarang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Sedangkan Sugeng Triyanto, suaminya sudah lebih dahulu dikabarkan meninggal oleh Aditya, putranya sendiri yang juga ikut serta dalam rombongan jamaah haji bersama keluarganya. Aditya mengaku sempat melihat ayahnya Sugeng Triyanto menghembuskan nafas terakhirnya dan sempat menutupi wajah ayahnya dengan kain ikhrom warna putih.
Aditya berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci berlima bersama kedua orang tuanya dan dua saudara lainnya. Semuanya tergabung dalam rombongan Kloter 62 Embarkasi Solo, Regu III Kelompok VII, yang berasal kota Semarang, Jawa Tengah.
” Memang benar Sri Prabandari jenazahnya telah ditemukan dan dipastikan meninggal dunia, namun sampai saat ini, Sugeng Triyanto belum ditemukan, hanya dapat kabar dari Aditya, dia melihat sendiri Sugeng Triyanto meninggal dunia,” kata Sri Hendrita, keponakan almarhum.
Kabar duka tersebut tentu saja sangat mengejutkan keluarga besar almarhum, namun pihak keluarga mengaku pasrah dan sudah mengikhlaskan kepergian almarhum. Sementara pihak keluarga besar telah melaksanakan doa dan tahlilan di rumah duka sesaat setelah mendengar kabar duka dari Aditya maupun dari Kandaker di Makkah, Arab Saudi.
Karangan bunga
SENIN, 28 September 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...