Pasar Loak Jatinegara, Sediakan Berbagai Barang dengan Harga Miring

JAKARTA — Jika kita naik busway dari halte Matraman I jurusan Kampung Melayu atau PGC, maka cobalah berhenti di halte busway Slamet Riyadi. Dari depan halte inilah berderet sampai daerah Kebon Pala Jatinegara, pedagang kaki lima bercampur dengan para pedagang pasar loak.
Barang dagangan mereka adalah khusus barang-barang bekas mulai dari baju bekas,  celana bekas,  sepatu, helmet, kaset,  CD lagu, sampai aneka ragam barang elektronik bekas dari magic jar,  kipas angin,  tape mobil, dan handphone.
Sudah berapa puluh tahun tempat ini menjadi tujuan para pemburu barang-barang bekas yang sudah tidak bisa ditemukan di toko manapun. Contohnya kaset-kaset hardrock atau metal grup-grup legendaris dapat ditemukan ditempat ini dengan harga super miring. Atau mereka yang ingin memperbaiki kipas angin rusak dirumah dan butuh sparepart bekas untuk hal tersebut maka bisa dicari di pasar loak Jatinegara.
Ibu Dinar yang sudah lima belas tahun berdagang baju bekas disini mengatakan ia bukan hanya menjalankan bisnis jual baju bekas saja, namun ia juga membeli baju bekas dari masyarakat.
“Setiap hari saya harus menyediakan dana ekstra untuk melayani anggota masyarakat yang datang menjual baju bekas. Setelah itu, baju-baju tersebut saya cuci dan jual kembali, ” cerita Ibu Dinar kepada Cendana News di Jatinegara, Minggu (06/09/2015).
Sepatu bekas dan helm bekas juga menjadi barang-barang yang sering dibeli masyarakat di pasar loak jatinegara. Selain harganya murah,  kondisinya juga sangat layak pakai seperti barang baru. Tidak lupa pedagang kaset lama dan CD lagu juga banyak didatangi para pemburu lagu-lagu lama yang sudah tidak dijual lagi di toko kaset dan CD lagu original.
Namun saat ini pasar loak sudah bertambah pedagang batu akik yang menjamur memenuhi setiap sudut dan pinggir jalan. Mereka menawarkan berbagai jenis batu akik, cuci batu dan sepuh, sekaligus melayani pengikat batu seperti kuningan, silver, dan titanium.
Keadaan pasar loak Jatinegara dengan para pedagang kaki lima disekitarnya hampir sama dengan Pasar Poncol, hanya saja perlu penataan lebih baik agar lebih rapi dan tidak menggunakan bahu jalan.

MINGGU, 6 September 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...